SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya mantan Dirut RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, DS dan Ketua PPK berinisial NY untuk mendapat keringanan hukuman melalui banding, kandas sudah.

Ini menyusul putusan hakim Pengadilan Tinggi Semarang yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tipikor.

Hal itu terungkap dari hasil putusan banding PT yang diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sragen, kemarin.

Advertisement

“Putusan banding dari PT Semarang menguatkan putusan PN Tipikor. Jadi hukumannya masih sama. Pemberitahuannya kami terima kemarin,” papar Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi, Senin (21/12/2020).

Baca Juga :  Geram Kinerja Mencla-Mencle, Komisi IV DPRD Sragen Wacanakan Panggil Rekanan RSUD. Sebut Alat Rp 6,4 Miliar Jadi Tak Berguna!

Agung menguraikan putusan PT Semarang itu dijatuhkan drngan pertimbangan. Namun ia belum mengecek detail pertimbangan hakim memutuskan vonis selaras dengan putusan PN Tipikor itu.

Dengan putusan yang menguatkan putusan sebelumnya, maka kedua terdakwa tetap divonis 6 tahun penjara. Perihal apakah kedua terdakwa akan mengajukan upaya hukum lebih tinggi yakni kasasi, Agung mengaku belum mengetahuai.

Sementara putusan untuk satu terdakwa lainnya, Rahardyan Wahyu, hingga kini belum turun. Rahardyan juga mengajukan banding karena divonis sama berat yakni 6 tahun.

Baca Juga :  Bupati Sragen Blak-Blakan Nggak Happy, Instalasi OG Rp 6,4 M di RSUD Molor Parah. Dinantikan Saat Situasi Gawat, Baru Selesai Ketika Kondisi Landai

Seperti diberitakan, ketiga terdakwa memutuskan untuk mengajukan banding atas vonis majelis hakim dalam perkara dugaan korupsi proyek ruang sentra OK RSUD Sragen tahun 2016.

Banding diajukan lantaran tiga terdakwa juga sudah memutuskan banding atas vonis hakim yang di luar dugaan 4 kali lebih berat dari tuntutan jaksa.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua