JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Selatan Jawa, Sampai 22 Desember Nelayan Petani dan Warga Mesti Hati hati

Pengunjung bermain air di Pantai Nampu, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.

Gelombang tinggi
Pengunjung bermain air di Pantai Nampu, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.Foto diambil sebelum pandemi

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tidak hanya tanah gerak yang bisa memicu longsor, warga Wonogiri juga diminta berhati-hati terhadap ancaman lainnya. Yakni potensi gelombang tinggi.

Potensi gelombang bisa mencapai 2,5 hingga empat meter. Nelayan, petani, maupun warga termasuk wisatawan yang benar plesiran diminta meningkatkan kewaspadaan plus kehati-hatian.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto mengimbau kepada masyarakat Wonogiri yang tinggal atau nelayan yang beraktivitas di pesisir perairan selatan khususnya Kecamatan Paranggupito diimbau untuk selalu berwaspada. Sebab, BMKG sendiri baru-baru ini memberi peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Pulau Jawa.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi PD BKK Eromoko Wonogiri 470 Juta, Tersangka dan BB Diserahkan ke JPU Menyusul Segera Pelimpahan ke PN Tipikor Semarang

Peringatan dini gelombang tinggi tersebut berlaku mulai 20 Desember 2020 pukul 07.00 WIB hingga 22 Desember 2020 pukul 07.00 WIB. Adapun potensi tinggi gelombang mencapai 2,5 meter hingga empat meter.

Baca Juga :  Kejari Wonogiri Segera Bentuk Tim Pendamping Tindaklanjut Kerjasama Kejagung dan Kemensos RI, Minimalisir Penyimpangan Berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah

“Kami imbau para nelayan, warga sekitar pantai, petani sekitar pantai dan para wisatawan yang nekat ke wilayah pantai agar lebih hati-hati,” tegas dia.

Menurut dia Wonogiri khususnya kecamatan Paranggupito memiliki garis pantai sembilan kilometer lebih. Ada sejumlah aktifitas di beberapa lokasi pantai. Seperti penangkapan ikan atau lobster maupun kegiatan wisata meskipun saat pandemi ini ditutup. Aria