JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berurai Air Mata, Jenazah Kakak Beradik Putra Kanit Reskrim Yang Tewas Kesetrum, Dimakamkan Satu Liang Lahat. Ibunya Sampai Tak Kuasa Ikut Pemakaman

Ilustrasi pemakaman dua jenazah satu liang lahat. Foto/Dok JSnews

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jenazah dua bocah kakak-adik asal Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, yang tewas kesetrum Sabtu (19/12/2020) petang, akhirnya dimakamkan, Minggu (20/12/2020) pagi.

Diiringi uraian air mata dari keluarga, kerabat dan warga, jasad dua putra dari Kanit Reskrim Polsek Miri, Aiptu Suwito itu dimakamkan satu liang lahat.

Kedua bocah malang yakni Hendy Wahyu Ardyansyah (10) dan adiknya, Novian Wahyu Ananda Aditya (8) asal Dukuh Karangtengah, RT 015, Desa Kacangan, Sumberlawang, Sragen itu dimakamkan tadi pagi pukul 10.00 WIB di pemakaman umum desa setempat.

“Sudah dimakamkan tadi pagi jam 10.00 WIB, Mas. Kami makamkan satu lubang, hanya dipisah sekat kecil. Namanya juga adik kakak Mas,” papar Kades Kacangan, Ladiyo, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (20/12/2020).

Ladiyo menguraikan suasana haru mewarnai pemakaman kedua almarhum. Sang bapak, Aiptu Suwito masih berusaha tegar untuk mengantarkan kedua buah hatinya itu ke peristirahatan terakhirnya.

Namun sang ibu yang tak kuasa menahan kesedihan, memilih tidak ikut ke pemakaman. Bahkan beberapa kali sang ibunda sempat meratap acapkali mengingat kehilangan dua anak tercintanya sekaligus.

“Siapa yang tega Mas. Kebetulan Pak Kanit itu saudara saya. Jadi keduanya adalah ponakan saya. Saya kalau teringat ya masih sedih Mas,” tutur Ladiyo.

Tak hanya kerabat, warga sekitar juga turut merasakan duka. Air mata menghiasi wajah para petaksziah seolah turut merasakan duka mendalam.

“Beliau (Pak Kanit) orang baik. Siapa yang nyangka harus kehilangan dua anak sekaligus,” tutur Yanto, warga lain.

Baca Juga :  Aktivis DMFI Bongkar Fakta Mengerikan Penjualan Anjing-Anjing untuk Santapan di Sragen. Tak Hanya Mengepul, Ditemukan Banyak Warung Guguk Terang-terangan di Gemolong, Bahkan Ada Yang Dipajang Hidup untuk Dijual Masak Rp 800.000 Per Ekor

Kedua bocah itu meninggal dunia secara beruntun akibat kesetrum tiang listrik stainless di jalan desa setempat usai bermain bola, Sabtu (19/12/2020) petang.

“Iya benar. Kedua korban adalah kakak beradik dan keduanya adalah putra dari Kanit Reskrim Polsek Miri, Aiptu Suwito,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Sumberlawang AKP Fajar Nur Ihsanudin, Sabtu (19/12/2020) petang.

Tak pelak, duka itu langsung memantik empati dari Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi. Usai mendapat laporan, pucuk pimpinan Polres Sragen itu langsung terjun ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Tak hanya menenangkan sang Kanit dan istri, Kapolres juga terlihat duduk bersimpuh di depan dua jenazah putra Pak Kanit. Kapolres sempat memanjatkan doa untuk kedua almarhum yang masih kecil-kecil itu.

Momen haru itu tak pelak membuat sejumlah kerabat dan warga tak kuasa menitikkan air mata. Suasana duka menyelimuti keluarga Pak Kanit.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi pukul 16.30 WIB. Kronologi bermula ketika keduanya tengah bermain sepakbola di halaman SDN II Kacangan tak jauh dari rumah mereka.

Keduanya bermain sepakola bersama teman-temannya di halaman SD tersebut. Semula semua tak ada masalah dan kedua korban bermain bola dengan asyik bersama teman-temannya.

Sebelum kemudian turun hujan deras yang membuat anak-anak itu kemudian buyar dari mainnya.

“Karena turun hujan deras, kedua korban bersama teman-temannya menyudahi bermain bola. Korban Novian yang lebih kecil berjalan paling depan. Nahas tanpa sadar dia berjalan dan kemudian memegang tiang lampu di tepi jalan,” urai Kapolsek.

Baca Juga :  Astagfirullah, Sragen jadi Pemasok Anjing Santap Terbesar di Wilayah Solo Raya. Ternyata Ada Penampungan Anjing-Anjing, Sebulan Bisa 10.000 Ekor Anjing Dipasok ke Warung-warung Guguk se-Solo Raya

Kapolsek menyampaikan tiang lampu berbahan stainless tersebut diduga mengalami korsleting. Sehingga saat terpegang, membuat Novian pun tersengat listrik.

Kontan, tubuh bocah mungil itu kemudian terpental dan ambruk tak sadarkan diri.

Melihat adiknya terjatuh, spontan naluri kakaknya, Hendy langsung terpanggil. Dia langsung menghampiri adiknya bermaksud menolong. Malang tak dapat ditolak, sang kakak juga ikut memegang tiang listrik dan menyusul kesetrum.

“Kedua korban terjatuh dalam kondisi tengkurap dan meninggal dunia,” urai Kapolsek.

Melihat kejadian tersebut, salah seorang teman korban kemudian berlari pulang melapor ke ayahnya. Warga kemudian datang dan mematikan saklar listrik dan memeriksa kondisi korban.

Sementara kedua kakak beradik itu langsung dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Sumberlawang. Namun nahas, nyawa kedua bocah malang itu tetap tak terselamatkan karena sudah meninggal.

Dari hasil visum medis dan Inafis Polres, Novian mengalami luka bakar di bagian telapak tangan, jari telunjuk dan jari tengah dan tangan kiri.

Sedangkan Hendy mengalami luka bakar pada jari jempol tangan kanan. Keduanya mengembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dibawa ke Puskesmas terdekat.

Karena tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan, keduanya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Selamat Jalan Hendy dan Novian! (Wardoyo)