JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bongkar Rumpun Bambu, Warga Kalikobok Sragen Kaget Muncul Induk Ular Piton Berukuran Besar. Ada 11 Telur, Empat Telur Ada Anaknya

Sekdes Kalikobok, Agus Salim dan warga saat memegang ular piton besar yang bersembunyi di bawah rumpun bambu. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon digemparkan dengan kemunculan seekor ular piton berukuran besar.

Ular itu diduga indukan karena ada 11 telur yang dieraminya. Dari 11 telur, diketahui ada 4 yang aktif dan ada anaknya.

Ular sepanjang hampir 4 meter itu ditemukan bersembunyi di bawah bonggol rumpun bambu yang lapuk di salah satu pekarangan Winarno, warga Dukuh Buduran RT 4, Desa Kalikobok.

Sekdes Kalikobok, Agus Salim mengungkapkan penemuan ular piton itu diketahui pukul 13.30 WIB. Ceritanya, siang tadi Winarno sedang bersih-bersih di pekarangan belakang rumahnya.

Baca Juga :  Aktivis DMFI Bongkar Fakta Mengerikan Penjualan Anjing-Anjing untuk Santapan di Sragen. Tak Hanya Mengepul, Ditemukan Banyak Warung Guguk Terang-terangan di Gemolong, Bahkan Ada Yang Dipajang Hidup untuk Dijual Masak Rp 800.000 Per Ekor

Saat mendongkel rumpun bambu yang lapuk, ia kaget mendadak muncul kepala ular berukuran besar.

“Yang pertama kali terlihat kepalanya. Karena ukurannya agak besar, lalu lapor ke desa. Tadi dievakuasi oleh sekitar 4 warga karena nunggu petugas BPBD agak beberapa saat,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (7/12/2020).

Agus menguraikan saat dievakuasi, kondisi ular relatif tanpa perlawanan. Tak lama berselang tim BPBD tiba dan saat ini hewan melata itu sudah diamankan.

Baca Juga :  Serentak, 4.980 Tenaga Kesehatan Sragen Hari Ini Mulai Disuntik Vaksin Covid-19. Masih 1.083 Nakes Yang Bekum Kejatah!
IMG 20201207 150236
Penampakan kepala piton pertama kali ditemukan. Foto/Wardoyo

Menurutnya, dari hasil pengecekan, ular piton itu memiliki 11 telur. Empat telur di antaranya diketahui masih aktif dan ada anaknya.

Agus menambahkan kemunculan ular piton besar ini memang baru kali pertama. Dari keterangan warga sekitar, selama ini juga ada yang kehilangan ayam namun dikira hanya dimakan garangan.

“Nggak tahu kalau ternyata ada indukan piton,” tandasnya. Wardoyo