JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Under Pass Dinilai Berisiko, Bupati Sragen Siap Ajak Sekda Hadap Dirjen di Jakarta Perjuangkan Pembukaan Portal Siboto!

Emak-emak hingga anak-anak di Dukuh Siboto Kalimacan Kalijambe Sragen saat menggelar aksi demo menuntut portal penutup perlintasan menuju kampung mereka dibuka kembali, Rabu (16/12/2020). Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen siap menghadap Kemenhub terkait desakan warga Dukuh Siboto, Kalimacan, Kalijambe yang menghendaki pembukaan portal penutup perlintasan.

Meskipun PT KAI Daop VI Yogyakarta mengusulkan pembangunan under pass untuk menggantikan perlintasan, solusi itu dinilai masih alternatif jangka panjang.

Penegasan itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kemarin. Ia mengatakan, masih diperlukan kajian khusus untuk membangun under pass di Siboto.

Menurutnya jika dibangun under pass, maka akan membahayakan masyarakat karena tingkat kecuraman-nya tinggi.

“Under pass itu tidak bisa serta-merta dibuat. Satu itu membahayakan karena sudah di survei, tingkat kecuraman-nya. Perlu ada kajian tidak bisa serta-merta,” kata Bupati didampingi Sekda Tatag Prabawanto disela acara gowes di Dinas Pendidikan, Jumat (18/12/2020) pagi.

Untuk diketahui, alternatif pembangunan under pass mencuat saat rapat terbatas Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi dengan Pejabat PT KAI Daop 6 Yogyakarta dan Wakil Bupati Dedy Endriatno serta Kajari Sinyo Benny Ratag di Mapolres Sragen Kamis (17/12/2020).

Hasil rapat itu salah satunya menyiratkan hasil bahwa pembukaan perlintasan sebidang Siboto yang kini ditutup PT KAI tidak memungkinkan karena dijalur bahaya. Sebagai gantinya dibangunkan under pass untuk akses warga Desa Kalimacan.

Baca Juga :  Disurati DKK, 5 Rumah Sakit Swasta Sragen Langsung Nyatakan Sanggup Buat Kamar Isolasi Pasien Covid-19. Ini Daftarnya!

Bupati menjelaskan selain butuh waktu, dana yang digunakan untuk membangun terowongan atau under pass tidak sedikit dan tidak mungkin dari APBD. Perlu ada campur tangan dari Ditjen Perkeretaapian untuk menyokong dana.

“Dan juga dana yang digunakan untuk membangun tidak mungkin dari APBD. Harus kita minta Dirjen Perkeretaapian untuk turut membantu,” kata Yuni.

Yuni menilai sejauh ini, paling baik adalah dibukanya kembali portal besi yang ditutupkan sepihak PT KAI pada Senin (14/12/2020). Kemudian komitmen antara desa, kabupaten untuk bisa menjaga palang pintu tersebut 24 jam. Karena volume kereta lebih banyak jika malam hari.

“Kemarin desa sudah sanggup dan kita bersurat ke Dirjen Perkeretaapian dilampiri kesanggupan desa. Semoga segera direspon oleh Pak Dirjen,” katanya.

Dengan adanya kejadian kecelakaan kereta yang menewaskan dua anggota polisi dan satu TNI Minggu lalu diharapkan lebih menumbuhkan kewaspadaan masyarakat.

Baca Juga :  Data Paspornya Mencurigakan, Disnakertrans Pasrah Tak Bisa Pulangkan Jenazah Ellen ke Sragen. Ini Masalah Besarnya!

“Kan dengan kejadian kemarin (kecelakaan kereta api) jadi semua tambah waspada. Kemarin itu dijaga hanya sampai pukul 21.00 nanti kan akhirnya bisa 24 jam,” katanya.

Bupati juga telah meminta kepada PT KAI membuka akses warga Siboto. Yang tak kalah penting  menertibkan bangunan-bangunan yang ada di sepanjang rel kereta api, agar tidak menghalangi jarak pandang.

“Semoga cepat direspon. Kalau tidak saya dan Pak Sekda nanti siap bertamu ke Pak Dirjen Prrkeretaapian,” pungkasnya.

Untuk diketahui PT KAI langsung memasang portal permanen di TKP tabrakan KA Brantas dengan mobil patroli Polsek Kalijambe yang terjadi Minggu (13/12/2020) malam.

Penutupan diduga karena dalam kecelakaan itu menewaskan dua orang polisi dan seorang TNI yang tengah patroli malam.

Penutupan portal besi itu menimbulkan reaksi penolakan terhadap warga yang tinggal di sebrang palang kereta. Mereka meminta portal besi itu segera dibongkar. Warga telah bersurat kepada Pemkab Sragen dan juga ke PT KAI Daop VI Yogyakarta. Wardoyo