JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hasil 5 Hari PPKM Sragen, Bupati Yuni Sebut Ketaatan Warga Sudah 80 %. Tedi Minta Pengelola Pasar Tegas Kepada Pedagang yang Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wabup dan Sekda saat meninjau PPKM di pasar, Jumat (15/1/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menilai selama lima hari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tingkat kesadaran warga mulai membaik.

Ia menyebut, sudah 80 persen warga menaati prokes seperti memakai masker dan jaga jarak. Hal itu disampaikan saat melakukan pengecekan PPKM di empat pasar di Sragen, Jumat (15/1/2021).

Bupati melakukan pantauan di empat pasar dengan menaiki sepeda. Ia didampingi Wabup Dedy Endriyatno, Sekda Tatag Prabawanto dan jajaran Forkompida.

Empat pasar yang dicek di antaranya Pasar Jati Tengah di Kecamatan Sukodono, Pasar Nglangon di Kecamatan Sragen, Pasar Bunder di Kecamatan Sragen dan Pasar Kota Sukowati Sragen.

Bupati menyebut tingkat kesadaran masyarakat terhadap Protokol Kesehatan sudah mencapai angka 80%.

Baca Juga :  Dihajar Banjir, Jeglongan Sewu Muncul di Mana-Mana. Jalan Provinsi di Kalijambe Sragen Jadi Sorotan, Banyak Jalan Kabupaten Juga Rusak, Bupati Minta DPUPR Terjun ke Lapangan

“Hari ini kami memantau sekaligus memberikan sosialisasi PPKM di empat pasar. Hampir seluruh pedagang dan pembeli sudah mengenakan masker, tapi juga masih ada beberapa yang belum tertib,” katanya usai pengecekan.

Dalam pemantauan itu, bupati dan jajaran turut mensosialisasikan ketentuan-ketentuan yang menjadi aturan dalam selama PPKM kepada seluruh kios pedagang pasar.

“Para pedagang, harus patuhi aturan yang berlaku. Serta kami menghimbau untuk tetap memakai masker saat masuk pasar, cuci tangan pakai sabun dan tetap menjalankan physical distancing,” katanya.

PPKM di Sragen yang berlangsung hingga 25 Januari 2020 mendatang tersebut, Bupati Yuni berharap bisa menurunkan angka kasus covid-19 di Kabupaten Sragen.

Baca Juga :  Menolak Divaksin Covid-19, Bupati Sragen Minta Ratusan Pedagang Pasar yang Emoh Ditinggal Saja. "Kita Kejar Dulu yang Mau, Kalau Tidak Mau Ya Sudah!"

Pemkab Sragen juga terus berupaya untuk terus meminimalisir penyebaran kasus covid-19 dengan melakukan berbagai langkah strategis.

Pengecekan pada tiap point pos perbatasan hingga pasar di setiap wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Sragen pun terus dilakukan.

Sementara, Kepala Disperindag Sragen, Tedi Rosanto menyampaikan jam tetap beroperasi 100% dengan berpedoman ketentuan teknis yang ditetapkan Instruksi Bupati Nomor 360/016/038/2021 dan Surat Edaran Sekda Nomor 360/017/038/2021.

Tedi juga berpesan kepada Ketua pengelola pasar yang bertindak sebagai Satgas Covid-19 pasar dan paguyuban pasar agar tegas kepada semua pedagang maupun pengunjung pasar untuk disiplin protokol kesehatan lebih ketat. Wardoyo