JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Hasil Sensus 2020, Jumlah Penduduk Indonesia Capai 270,2 Juta. Provinsi Terpadat Ternyata Bukan Jakarta, Tapi Provinsi Ini!

Petugas sampah melintas di Kawasan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (21/12/2020). Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet tidak lagi menerima pasien Covid-19 tanpa gejala. Hal tersebut diberlakukan, karena penuhnya kapasitas ruangan di Wisma Atlet. Kapasitas seluruh tower Wisma Atlet sudah hampir penuh, khususnya tower bagi pasien Covid-19 tanpa gejala. Warta Kota/Angga Bhagya

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyaksikan secara virtual Rilis bersama data sensus penduduk 2020 dan data adminitrasi kependuudkan 2020 menuju satu Kependudukan indonesia di ruang SIC Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Kamis (21/1/2021).

Dari data yang dirilis BPS pusat dan Kemendagri, jumlah penduduk Indonesia hasil sensus 2020 mencapai 270,20 juta. Jawa Barat menjadi provinsi terpadat dengan jumlah penduduk 47,1 juta jiwa.

Hadir juga dalam kesempatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak KB, Agam Bintoro, Kabag Humas, Sugiharjo, Kepala Diskominfo, Drs S dan Kabid IKP Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Teguh Triyono.

“Rilis bersama data kependudukan ini merupakan wujud sinergi antara Kemendagri dengan BPS. Hal ini menujukkan kekompakan untuk mewujudkan satu data Kependudukan Indonesia. Data kependudukan sebagai basis data untuk keperluan pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasai, penegakkanhukum serta encegahaan kriminal,” papar Sekjen Kemendagri Dr Ir Muhammad Hudori.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Karanganyar Sarankan Pemkab Tak Perlu Ngaya Bangun Rumah Sakit Covid-19

Menurut Hudori data kependudukan sesuai administrasi kependudukan berjumlah 271.349.889 jiwa dengan jumlah laki-laki 134.229.988 dan perempuan 137.119.901.

Sedangkan Pulau di Indonesia yang terpadat jumlah penduduknya adalah Jawa 55,49 persen, Sumatera 21,73 persen.

Di tahun 2020, jumlah perekaman wajib KTP 196.394.976. Dengan rincian yang sudah rekam 194.649.012 dan yang belum melakukan perekaman KTP 1.745.964.

Mengenai sebaran penduduk, Jawa Barat tertinggi dengan jumlah 47,1 juta jiwa, Jawa Timur, 40,41 Juta Jiwa, Jawa Tengah 37,10 juta jiwa.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto mengatakan momen rilsi bersama sensus penduduk 2020 dan data kependudukan ini merupakan bersejarah untuk pertama kali BPS dan Kemendagri.

Baca Juga :  Soal Kontroversi Vaksin Nusantara, Menko PMK Muhadjir Sebut Metodenya Masuk Akal

Kerjasama kedua instansi tersebut saling bahu membahu untuk membenahi data Indonesia.

“Sensus ditengan pandemi bukanlah sesuatu yang mudah dan memberikan belajara berharga kita semua. Sensus penduduk 2020 merupakan sensus ke 7 yang dilaksanakan di Indonesia. Mencatat Indonesia menuju satu data kepenudukan diharapkan dapat menuju Indonesia maju,” paparnya.

Sensus Penduduk tahun 2020, menurut Suhariyanto jumlah penduduk 270,20 juta jiwa. Perbedaaan ini muncul karena periode dilakukan pendataannya berbeda.

Namun demikian, selisihnya juga tidak terlalu banyak. Data BPS dengan Jumlah Penduduk 270,20 juta dengan luas Indonesia 1,905 Juta km berarti setiap KM dihuni 141 jiwa.

Rata-rata pertumbuhan penduduk 1,25 persen dengan Laju kelahiran, kematian dan migrasi. Wardoyo