JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi Tak Tahan Kahanan, Warga Alaskobong Sumberlawang Sragen Tewas Bunuh Diri Nggantung di Blandar Dapur. Istrinya Sampai Histeris Lihat Suaminya Tak Bernyawa

Ilustrasi evakuasi gantung diri. Dok/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Dukuh Alaskobong, Desa Ngargotirto, Sumberlawang digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan salah satu warga setempat kemarin.

Warga bernama Sastro Pawiro (73) warga Dukuh Alaskobong, RT 17, Desa Ngargotirto, Sumberlawang itu ditemukan tak bernyawa usai gantung diri di rumahnya.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden gantung diri itu terjadi Minggu (4/1/2021) pukul 13.00 WIB. Pria yang berprofesi buruh tani itu nekat mengakhiri hidupnya di blandar dapur rumahnya.

Korban diketahui menggantung pakai tali tambang warna biru. Menurut keterangan warga, korban kali pertama diketahui oleh istrinya, Sutini (68).

Baca Juga :  Miris, Lihat Pemandangan Ratusan Warga Sragen Jalani Swab Covid-19. Sehari Ada 349 yang Ngantri Diswab, Kasus Positif Sudah Mendekati 4.000

Awalnya, Sutini curiga tak melihat suaminya. Saat mencari ke dapur, ia kaget mendapati sang suami sudah kaku dengan posisi menggantung di blandar.

Sontak nenek itu pun menangis histeris sejadi-jadinya hingga mengundang kedatangan warga. Tak lama berselang tim Polsek Sumberlawang dan Inafis Polres tiba di lokasi untik melakukan evakuasi dan olah TKP.

“Korban menggantung di blandar dapur rumah. Nggak ada firasat apapun, nggak ada tanda atau gejala juga. Mungkin karena depresi keadaan,” papar Kades Ngargotirto, Sumadi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (5/1/2021).

Baca Juga :  Greysia/Apriyani Sukses Juara Ganda Putri Turnamen Bulutangkis Thailand Open 2021. Sempat Diberi Skor Afrika, Praveen/Melati Gagal Ulangi Kejayaan di All England

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas Iptu Suwarso membenarkan kejadian itu. Berdasarkan hasil olah TKP, tim tidak menemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Korban murni bunuh diri dan tidak ada tanda kekerasan. Karena pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah, jenazah korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. Wardoyo