JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Memilukan, Kondisi Rina Pemilik Warung Mas Robert Puncak Lawu Usai Dievakuasi. Lewati Perjuangan Dramatis 16 Jam Relawan Lewati Hujan dan Jalan Licin

Kondisi Rina setiba di bawah usai dievakuasi dari Puncak Lawu oleh relawan gabungan. Foto/Relawan

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Setelah menempuh waktu 16 jam melalui jalan setapak licin karena hujan, akhirnya Rina (50) pemilik warung Mas Robert di puncak Gunung Lawu berhasil dievakuasi.

Sesampai di bawah, Rina yang kondisinya drop langsung dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu. Pasalnya kondisinya sudah kritis dan drop setelah dua hari sakit di Puncak Lawu.

On Scene Commander (OSC) Basarnas Surakarta, Tri Puji Sugiharto mengatakan meski evakuasi sempat terhambat cuaca hujan dan jalanan licin.

Namun evakuasi tetap berjalan dan datang seperti yang diperkirakan yakni sekitar pukul 15.30 WIB. Artinya tim relawan yang melakukan evakuasi dan mengkondisikan korban agar segera sampai bawah.

Baca Juga :  Wah, 626 Pedagang di Karanganyar Dapat Uang Kaget Rp 300.000 Gara-gara PPKM. Ninik Mengaku Tak Mengira!

“Bahkan kalau dihitung-hitung waktu kedatangan lebih cepat sekitar 15 menit dari yang diperkirakan,” tandasnya pada JOGLOSEMARNEWS, Selasa (05/01/2021).

Pihaknya memberikan apresiasi mendalam terhadap kecepatan dan kesiagaan para relawan.

Adapun kondisi korban yang sakit hipertensi diketahui cukup kritis karena juga mengalami kedinginan menyusul dua hari ini cuaca di Gunung Lawu cukup ekstrim.

“Hasilnya seperti apa kita belum tahu apakah cukup dirawat di Puskesmas atau dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Tukang Bangunan Ditemukan Tewas Saat Garap Rumah di Ngringo Jaten. Bernama Hartadi, Mayatnya Ditemukan Pemilik Rumah

Sebelumnya, sebanyak 50 personel relawan dari berbagai unsur tengah melakukan proses evakuasi terhadap Rina (50) pemilik warung makan “Mas Robert” di puncak Gunung Lawu yang mengalami sakit hipertensi di puncak Lawu sejak Sabtu (02/01/2021) dan baru dievakuasi Selasa (05/01/2021).

Hampir 10 lembaga relawan mengirimkan orang untuk bersatu dalam tim yang dikomandani Basarnas Surakarta. Kesepuluh lembaga itu diantaranya Basarnas, BPBD, MDMC, PMI dan lembaga lainnya. Beni Indra