JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, 872 Kecelakaan Terjadi di Sragen, 126 Orang Meninggal Dunia dan 910 Jadi Korban Luka. Korban Terbanyak Usia Pelajar dan Remaja!

Kondisi kendaraan dan korban tewas dalam rentetan kecelakaan maut di Sragen dalam beberapa waktu terakhir. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jalan Raya di Sragen masih menjadi penyumbang kematian terbesar di Bumi Sukowati. Sepanjang 2020, tercatat ada 126 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sragen.

Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti melalui Kaur Bin OPS Satlantas Polres Sragen, Ipda Joni Kurniawan.

Kepada wartawan, ia mengatakan sepanjang kurun 2020 dari Januari-31 Desember, jumlah kecelakaan di Sragen mencapai 872 kasus.

Angka tersebut terbilang turun dari data jumlah laka lantas di tahun 2019 yang mencapai 1.200 kasus.

Baca Juga :  Ada Tumpukan Uang Rp 2,016 Miliar di Meja Kejari Sragen dari Perkara Korupsi RSUD Sragen. Diterima dari Pengusaha Solo Rahardyan Wahyu, Diserahkan Kembali ke Kasda

“Dilihat dari jumlah kejadian, ada penurunan angka kecelakaan antara 20-30 persen di 2020. Pandemi covid-19 memang salah satu faktor yang menurunkan angka kecelakaan,” paparnya kemarin.

Ipda Joni menguraikan dari 872 kecelakaan itu, mengakibatkan 126 orang meninggal dunia. Luka berat tercatat nihil dan korban luka ringan mencapai 910 orang.

Sementara dari kejadian kecelakaan selama setahun mengakibatkan kerugian material hampir Rp 790.650.000 juta.

Baca Juga :  Perhatian, 3.736 Warga Sragen Ini Tak Boleh Dapat Vaksin Covid-19. Simak Syarat Warga yang Bisa Divaksin Covid-19 Berikut!

Lebih lanjut, Ipda Joni menguraikan penurunan kasus Laka salah satunya memang dikarenakan masih berada di Pandemi Covid-19.

Sistem pembelajaran di sekolah yang menerapkan pembelajaran daring atau jarak jauh, membuat anak-anak atau pelajar tidak masuk sekolah dan tidak berkendaraan.

Hal itu juga berbanding lurus dengan tren rata-rata korban kecelakaan yang sebagian besar adalah kalangan remaja atau pelajar dengan rentang usia 19-25 usia.

“Pemicunya biasanya karena faktor human error serta kurang kehati-hatian pengendara,” terangnya. Wardoyo