JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Saat Mencari Jasad Korban Sriwijaya Air, Tim SAR Justru Temukan 2 Nelayan Terombang-ambing di Tengah Laut, Satu Sudah Tewas

Petugas Basarnas memeriksa puing dan potongan tubuh penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang diterima dari tim penyelam di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Saat sedang mencari puing-puing pesawat Sriwijaya Air dan jasad para korban di perairan Kepulauan Seribu, tim SAR jusru menemukan dua orang nelayan yang terombang-ambing di tengah laut.

Tim tersebut adalah Komando Pasukan Katak Koarmada I yang tergabung dalam Tim Search And Rescue (SAR) Pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Mereka  mengevakuasi dua nelayan yang mengapung di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Jakarta.

Panglima Komando Armada I Laksda TNI Abdul Rasyid mengatakan dua nelayan itu dievakuasi pada Rabu (13/1/2021).

“Pada pukul 06.10 WIB tim Kopaska Koarmada I yang sedang bergerak menuju lokasi pencarian Pesawat SJ182 menemukan nelayan yang mengapung di Perairan Untung Jawa,” ujar Abdul yang memimpin langsung Operasi SAR TNI AL itu dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga :  Polisi Lagi-lagi Bekuk Penjual Surat Rapid Test dan Swab Antigen Palsu

Abdul menjelaskan, saat tim SAR mencari puing Sriwijaya Air SJ182, mereka melihat ada dua nelayan yang mengapung dan terombang-ambing di tengah laut. Petugas yang pada saat itu menggunakan sea rider langsung melakukan evakuasi.

Namun saat diselamatkan, satu orang nelayan bernama Rodia (50) sudah dalam kondisi meninggal dunia dan satu orang bernama Suryanto (30) dalam keadaan masih hidup.

Kedua nelayan kemudian segera dibawa ke Pos TNI AL (Posal) Tanjung Pasir untuk diserahakan kepada pihak Keluarga.

Dari keterangan korban, mereka terapung di laut setelah kapal pencari ikan yang ditumpangi terbalik karena tergulung ombak.

Abdul mengatakan, kondisi ombak di wilayah Kepulauan Seribu memang saat itu memang sedang tinggi.

“Gelombang di sekitar perairan Kepulauan Seribu pada hari ini memang agak tinggi, bisa 2-3 meter sehingga untuk Kapal nelayan berukuran kecil berisiko mengalami masalah,” kata Abdul.

Baca Juga :  Innalillahi, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Sempat Dirawat karena Covid-19. Yusuf Mansyur: Kita Semua Kehilangan

Abdul mengatakan, timnya sampai saat ini masih terus melakukan evakuasi terhadap tubuh penumpang dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Namun, ia sementara tidak menerjunkan anak buahnya untuk menyelam karena Kapal Riset (KN) Baruna Jaya IV sedang melakukan pencarian dengan menggunakan media ROV, yang berbahaya untuk para penyelam.

Sebelumnya, Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu pekan lalu, hari ini sudah memasuki hari kelima pencarian.

Diketahui pada hari keempat, selain mengangkat jenazah korban dan serpihan pesawat, Tim Gabungan Penyelam TNI AL sudah menemukan Flight Data Recorder (FDR) dan sudah diserahakan ke KNKT untuk diteliti lebih lanjut.

www.tempo.co