Beranda Umum Nasional Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, Menkeu Purbaya: “Saya Tidak Tahu”

Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, Menkeu Purbaya: “Saya Tidak Tahu”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pengakuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut dirinya tidak mengetahui penggunaan APBN untuk pembelian sapi kurban Presiden Prabowo Subianto memunculkan tanda tanya baru di tengah polemik dana negara untuk kegiatan kurban presiden.

Padahal sebelumnya, pihak Kementerian Sekretariat Negara telah secara terbuka menyebut pembiayaan ribuan sapi kurban Presiden berasal dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Saat ditemui usai salat Idul Adha di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026), Purbaya mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Saya tidak tahu masalah itu. Saya cek, saya tidak tahu,” kata Purbaya.

Alih-alih menjelaskan lebih jauh, Menkeu justru meminta wartawan mengonfirmasi langsung kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menduga anggaran tersebut berasal dari lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.

“Tanya Mensesneg, tapi rasanya pakai uang mereka sendiri,” imbuh dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro telah memastikan bahwa pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo memang menggunakan dana APBN melalui skema bantuan presiden.

“Sumber anggarannya dari APBN ya, melalui Anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden,” ujar Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga :  Bedah Praktik Underinvoicing, Prabowo Panggil Bos Danantara dan Menkeu Purbaya

Juri menjelaskan, pada Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini, Presiden Prabowo menyalurkan total 1.098 ekor sapi kurban yang didistribusikan ke ratusan daerah dan lembaga di seluruh Indonesia.

“Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi, jadi semuanya 1.098 ekor sapi,” jelasnya.

Menurut Juri, seluruh sapi tersebut dibeli dari peternak lokal sebagai bagian dari upaya menggerakkan sektor peternakan nasional.

“Sehingga diharapkan momentum ini mereka (peternak lokal) dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Presiden berharap momentum Idul Adha dapat menjadi pemicu penguatan industri peternakan nasional agar lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan daging dalam negeri.

Di sisi lain, penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban Presiden juga mendapat pembelaan dari kalangan DPR. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai penggunaan dana negara untuk bantuan kurban bukan sesuatu yang baru dalam praktik pemerintahan.

“Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” kata politikus Partai Gerindra tersebut.

Baca Juga :  Rupiah Terjerembab ke Rp 17.834 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terdalam

Menurut Sugiat, bantuan presiden selama ini memang tidak hanya berbentuk hewan kurban, melainkan juga menyasar sektor pendidikan, kesehatan hingga fasilitas publik.

“Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa praktik serupa disebut telah berlangsung sejak era presiden-presiden sebelumnya.

“Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama,” tandasnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.