JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sebut Pelonggaran Bikin Masyarakat Terlena, Bupati Karanganyar Akui Sejak Pelonggaran, Kasus Covid-19 Meroket Tajam

Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan memberlakukan pengetatan semua aktivitas kegiatan dan jam malam saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB akan diberlakukan serentak di semua wilayah Jawa dan Bali termasuk Karanganyar selama dua pekan mulai 11-25 Januari 2021 mendatang.

Kebijakan PSBB itu digelar serentak se-Jawa Bali untuk menekan angka kasus covid-19. Bupati Karanganyar, Jukiyatmono sendiri mengakui sejak dilakukan pelonggaran terhadap seluruh aktivitas masyarakat, seluruhnya terlena dan seolah-olah tidak ada Covid-19.

Sehingga akhirnya memicu lonjakan kasus Covid-19 cukup signifikan di Bumi Intanpari.

Bupati mengatakan berdasarkan grafik yang ada, peningkatan kasus Covid-19 dari hari ke hari cukup mengkhawatirkan. Sampai saat ini telah mencapai angka 400 kasus dari sebelumnya hanya 200 kasus.

Baca Juga :  Ratusan Karyawan Pabrik Teh Gunung Subur Karanganyar Demo Mogok Massal. Tak Tahan Gaji Hanya Diakali, Dijanjikan Naik Tapi Naiknya Mengacu UMK Tahun Lalu

“Pemerintah pusat jeli dalam mengamati perkembangan yang terjadi. Mari kita atasi dengan disiplin bersama-sama. Kita akan perketat,” paparnya kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Sementara, terkait penetapan PSBB, selama 2 pekan mendatang mulai 11-25 Januari, seluruh aktivitas masyarakat harus dihentikan mulai pukul 19.00 hingga 06.00 WIB termasuk pertokoan modern.

Alun-alun serta Taman Pancasila yang selama ini menjadi pusat kegiatan perekonomian masyarakat, ditutup selama 2 pekan pelaksanaan PSBB.

Bupati menyebut sudah menerbitkan Instruksi Bupati yang dibuat menyikapi instruksi Kemendagri perihal pelaksanaan PSBB khusus untuk Jawa-Bali Jumat (8/01/2021).

Menurut bupati, instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut akan dilaksanakan dengan baik. Nantinya seluruh fasilitas umum akan dihentikan atau ditutup sementara selama PSBB berlangsung.

Baca Juga :  Tragedi Pilu! Sepasang Pemulung yang Tidurnya Diapit Dua Bak Sampah Pasar Palur. Mendadak Suaminya Meninggal, Istrinya yang Buta Tuli Meratapi dan Tak Mau Pergi dari Pasar

“Kita dibawah Kemendagri, akan kita tindaklanjuti instruksi itu. Apalagi saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Kenaikan ini terjadi sebagai dampak liburan akhir tahun. Oleh karena itu, kita akan tindak lanjuti dengan pengetatan. Kita lakukan jam malam di semua wilayah,” papar bupati.

Ditambahkannya, untuk sektor pariwisata, masih tetap buka dengan pembatasan jumlah pengunjung.

Satpol PP kata bupati akan melakukan penertiban terhadap pengunjung yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk sektor wisata, kita batasi jumlah pengunjung. Satpol PP nanti yang akan mendisiplinkan agar semua tidak lalai. Kegiatan disiang hari dengan pengetatan, dan malam hari di-off-kan mulai jam 19.00 WIB,” pungkasnya. Wardoyo