![](https://i0.wp.com/joglosemarnews.com/images/2020/10/Swab-test.jpg?resize=500%2C345&ssl=1)
WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gerakan Jateng di rumah saja selama dua hari lalu tidak terlalu berdampak pada pemudik yang keluar masuk Wonogiri.
Ini terbukti dengan masih normalnya arus pemudik yang datang maupun keluar dari Kota Mete di Terminal Induk Giri Adipura Krisak, Selogiri, Wonogiri. Selama dua hari diberlakukan gerakan Jateng di rumah saja, mobilitas kaum boro tetap berjalan,
Koordinator Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto Purwanto, mengatakan, pantauan data produksi kedatangan mapun keberangkatan penumpang terlihat normal. Gerakan itu tidak terlalu berpengaruh terhadap masyarakat yang boro.
Berdasarkan data produksi Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri pada Sabtu (6/2) lalu 1.081 orang penumpang bus AKAP tiba di Wonogiri dengan 84 armada bus. Di hari yang sama, 1.042 orang penumpang bus AKAP berangkat boro ke kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya dengan menumpangi 90 bus.
Selanjutnya, pada Minggu (7/2) sebanyak 1.385 orang penumpang bus AKAP datang dari kota besar dengan menumpangi 83 bus. Sementara 1.597 orang pergi merantau diangkut dengan armada 100 bus AKAP.
Untuk jumlah penumpang bus AKDP juga normal. Jumlah penumpang keberangkatan maupun kedatangan pada Sabtu dan Minggu lalu masing-masing tak lebih dari 350 orang.
“Selama gerakan Jateng di Rumah Saja jumlah penumpang kedatangan ataupun keberangkatan normal,” jelas dia, Senin (8/2/2021).
Pihaknya mengaku telah mendapatkan instruksi dari Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah X Jateng dan DIY. Intinya pelayanan bagi penumpang bus AKAP dan juga bus antar kota dalam provinsi (AKDP) tetap berjalan. Hanya saja penerapan protokol kesehatan untuk kru bus dan penumpang lebih ditekankan.
Agus mengatakan, warga yang berangkat boro karena kepentingan bekerja. Lalu, sebagian kecil di antaranya berniat untuk berlibur atau sekedar menengok keluarganya di luar kota. Aria