JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

GeNose Dipastikan Dipakai di Stasiun, Biaya Tes selama Uji Coba Dipatok hanya Rp20 Ribu. Bisa Jadi Alternatif Selain Tes PCR dan Rapid Test Antigen

Petugas meniup kantong napas untuk dites dengan GeNose di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Foto: TEMPO/Muhammad Hidayat via Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Perangkat deteksi Covid-19, GeNose, dipastikan akan digunakan di stasiun sebagai alat tes kesehatan alternatif selain tes PCR dan rapid test antigen. Untuk tahap pertama, tes GeNose akan dilayani di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta, mulai 5 Februari 2021.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bahkan telah mengumumkan tarif untuk tes pemindaian Covid-19 menggunakan GeNose sebesar Rp 20 ribu. Tarif tersebut berlaku selama uji coba atau prelaunching.

“Tarif yang dikenakan pada saat uji coba atau pre launching ini adalah Rp20.000,” ujar Vice President Public Relations PT KAI, Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2021).

Penggunaan perangkat GeNose di moda transportasi telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Covid-19.

Selain itu, penggunaan GeNose juga telah diatur dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Analisis Drone Emprit: Presiden Jokowi Dianggap Paling Bertanggungjawab Atas Penonaktifan 75 Pegawai KPK

Pada SE Kemenhub tersebut, disebutkan bahwa penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta antarkota mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021 wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan GeNose, rapid test antigen, atau RT-PCR yang menyatakan negatif Covid-19. Sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Joni mengatakan, PT KAI sudah siap untuk menyelenggarakan layanan pemeriksaan GeNose di stasiun untuk mendukung kebijakan pemerintah menekan angka kasus Covid-19. Setelah diterapkan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta, penggunaan GeNose bakal diperluas secara bertahap.

“Untuk penyediaan layanan pemeriksaan GeNose di stasiun, KAI melakukan Sinergi BUMN dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya, yaitu Rajawali Nusindo,” kata Joni.

Kolaborasi BUMN ini meneruskan kerja sama perusahaan yang sebelumnya meneken kesepakatan pengadaan rapid test antibodi dan rapid test antigen di stasiun-stasiun.

Baca Juga :  Jubir Benarkan Ketua KPK Telah Keluarkan SK Penonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai Tak Lolos TWK

Untuk informasi lebih lengkap terkait tes GeNose, Joni meminta penumpang menghubungi narahubung KAI melalui telepon di 021-121, WhatsApp KAI121 di 08111- 2111-121, surat elektronik [email protected], atau media sosial KAI121.

Bukan Pengganti Tes PCR

Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, perangkat GeNose buatan tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) itu telah melalui proses uji terhadap 2.000 sampel menggunakan kecerdasan buatan (AI).

“GeNose sudah diuji validasinya dengan 2.000 sampel dan akurasinya sudah 90 persen. Semakin banyak dipakai alat ini akan semakin akurat karena akan selalu diupdate oleh tim dari UGM,” kata Bambang.

Kendati demikian, Bambang memastikan bahwa GeNose sebagai alat penyaringan bukan merupakan pengganti tes usap PCR untuk mengetahui status positif Covid-19.

Namun, hasil tes alat tersebut masih dapat digunakan sebagai syarat perjalanan penumpang angkutan umum, khususnya kereta api, karena telah mengantongi izin penggunaan dari Kementerian Kesehatan.

www.tempo.co