SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM โ Setiap kali pengajian dilangsungkan di Gedung Majlis Tafsir Al-Qurโan (MTA) Solo Minggu pagi, bisa dipastikan ribuan orang dari berbagai penjuru selalu datang memadatinya.
Tak jarang pula panitia harus menyediakan tenda membujur di sepanjang halaman parkir di di Jalan Ronggo Warsito tersebut untuk meredam panas dan hujan.
Salah satu yang menjadi magnet bagi ribuan jemaah dari berbagai penjuru kota tersebut adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat MTA, Drs Ahmad Sukina. Ahmad Sukina memiliki penampilan yang sederhana, namun tak mengurangi kewibawaan seorang pemimpin umat.
Meski menjadi seorang pucuk pimpinan tertinggi, namun tutur kata Ahmad Sukina tetap ramah dan santun kepada jemaahnya.
Cara mengurai persoalan hidup dan mengupasnya dengan nikilan ayat-ayat suci Al-Qurโan sangat renyah, dan mudah dipahami jemaah dari berbagai kalangan. Penampilan yang sederhana itu membawa sosok Ahmad Sukina sungguh lekat di hati masyarakat Solo dan sekitarnya.
Karena itulah, ketika Ahmad Sukina wafat, banyak jemaah yang tak kuat menahan tangis. Sampai di pemakaman pun, banyak kaum wanita dan ibu-ibu yang menumpahkan air mata atas kepergian sosok pimpinan mereka cintai dan hormati.
Kiai Drs Ahmad Sukina selama masih hidup akrab disapa dengan sebutan Ustaz Sukina. Di tangan ustaz nyentrik inilah, dakwah Majlis Tafsir Al-Qurโan (MTA) tetap berjalan dan terus berkembang.
Berkat tangan dinginnya, MTA yang dulunya hanya dikenal oleh masyarakat Solo, akhirnya meluas ke seluruh penjuru Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Suhamdani/ Diolah dari dokumen Joglosemar