JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bulog Akhirnya Turun Beli Gabah Petani Sragen, Anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah Ikut Lega. Sampaikan Apresiasi, Berharap Bank-Bank Pemerintah Permudah KUR bagi Petani!

Luluk Nur Hamidah. Dok. Pribadi

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian dan Badan Urusan Logistik (Bulog) yang langsung terjun melakukan penyerapan dan pembelian gabah petani di Sragen.

Langkah penyerapan gabah itu dinilai akan membantu petani yang belakangan sempat mengeluh akibat buruknya harga tebas gabah di tangah tengkulak pada musim panen raya kali ini.

“Ahamdulillah kementrian dan Bulog sudah merespon dan turun. Kemarin mereka menyampaikan ke saya jika memang siap melakukan intervensi serap panen raya di Sragen agar harga tidak dipermainkan tengkulak. Alhamdulillah kami mengapresiasi karena sudah ada action dan dirasakan petani,” papar Luluk kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (3/3/2021).

Legislator asal Dapil Jateng IV (Sragen, Karanganyar, Wonogiri) dan getol membela sektor pertanian itu menguraikan langkah penyerapan gabah oleh Bulog itu hendaknya dilakukan secara kontinyu di kala musim panen raya tiba.

Advertisement
Baca Juga :  Blusukan ke Petani Sumberlawang, Mbak Luluk Bantu Bibit Bawang Merah dan Cabe Unggulan. Berharap Sragen Jadi Sentra Sambal Cabe dan Bawang Olahan!

Dengan begitu, maka akan menghindarkan petani dari praktik permainan harga oleh para penebas dan tengkulak yang biasanya membeli dengan harga agak murah saat panen raya.

“Kasihan kalau petani harus selalu jadi korban tengkulak dan rente,” terangnya.

Di sisi lain, Luluk juga berharap, ke depan lembaga perbankan pemerintah yang tergabung dalam Himbara, lebih proaktif memberikan sosialisasi dan kemudahan kredit usaha rakyat (KUR) ke petani.

Adanya pinjaman KUR dengan bunga ringan, diharapkan bisa mengalihkan budaya petani meminjam ke tengkulak atau rentenir. Hal itu sekaligus melepaskan jerat petani dari tengkulak yang biasanya menjadikan ikatan hutang ke petani sebagai senjata untuk leluasa memainkan harga beli gabah saat panen tiba.

“KUR harusnya lebuh disosialisasikan agar penyerapan lebih tinggi di Sragen utamanya bagi petani,” terangnya.

Sebelumnya, para petani di Sragen mulai bisa bernafas lega setelah Bulog Sub Divre Surakarta langsung terjun melakukan penyerapan dan pembelian gabah petani di persawahan berbagai kecamatan.

Baca Juga :  Pemkab Sragen Ancam Putus Kerjasama LPPM Penyelenggara Mutasi Perdes yang Main-Main Nilai

Aksi serap gabah itu dilakukan sejak beberapa hari lalu dan hingga kini sudah ratusan ton terbeli oleh Bulog dengan harga standar pemerintah yakni Rp 4200 perkilogram gabah kering panen (GKP).

Serap Gabah 

Pimpinan cabang Bulog Sub Divre Surakarta, Ninik Setyowati mengatakan pihaknya sudah menerjunkan beberapa tim untuk melakukan penyerapan di Sragen. Mereka diterjunkan keliling ke beberapa kecamatan yang sedang panen raya padi untuk melakukan pembelian dari petani.

“Sampai hari ini pun masih terus berlangsung. Sampai kemarin kita sudah menyerap 710 ton, per hari ini mungkin sudah tambah lagi. Karena teman-teman masih jalan terus,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (3/3/2021).

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua