JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Muscab PKB Sragen, Merasa Usulan Dicampakkan, 6 PAC Sepakat Tolak Hasil Muscab. Tuding Ada Nuansa Singkirkan Orang-Orang Lama, Desak DPP Batalkan Kepengurusan!!

Para pengurus baru hasil Muscab PKB Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suksesi kepemimpinan di DPC PKB Sragen ternyata tak berjalan smooth atau mulus. Terpilihnya KH Ahmad Budi Ridwani sebagai Ketua DPC baru, menyisakan polemik dan protes di kalangan internal.

Ternyata ada enam kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan satu sayap partai dari Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Perempuan Bangsa PKB yang kecewa dan menolak hasil Muscab.

Mereka menuding Muscab mengabaikan usulan para PAC dan mencampakkan nama-nama yang sempat masuk usulan tanpa dikoordinir. Pendek kata, mereka menilai mekanisme Muscab telah menyingkirkan orang-orang lama.

Keenam PAC yang menolak itu berasal dari PAC Kalijambe, Ngrampal, Kedawung, Gondang, Gemolong dan Karangmalang. Penolakan juga datang dari sayap partai DPAC Perempuan Bangsa PKB Sragen.

Penolakan itu dilontarkan sejumlah Ketua PAC itu seusai Muscab, Sabtu (6/3/2021). Penolakan juga didasarkan karena usulan nama dari para PAC itu ternyata gugur dan tidak ada satupun yang masuk dalam kepengurusan baru DPC PKB.

Pengurus PAC Kalijambe, Hardi Sastro Dikromo terang-terangan menyatakan menolak hasil Muscab PKB Sragen 2021 ini. Sebab dari lima yang diusulkan oleh beberapa PAC, tidak ada yang diakomodir di kepengurusan baru.

Ia pun meminta DPW maupun DPP untuk menunda dan membatalkan pengesahan kepengurusan. Bahkan ia mendesak untuk dilakukan pemilihan ulang karena menganggap proses Muscab berjalan tanpa mengedepankan demokrasi.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Sartikawati Ditangkap. Namanya Edi Santoso Warga Kedawung Sragen, Nih Tampangnya!

“Tuntutan kami harus diulang. Karena dari lima nama yang diusulkan asing-masing PAC tidak ada sama sekali. Karena kita mengusulkan berdasar perwakilan PAC tapi mengapa anehnya nama yang diajukan tidak ada yang masuk kepengurusan yang baru,” papar Mbah Sastro yang mengaku sebagai pendiri PKB Dapil 2 Sragen ini.

Senada, pengurus PAC Kecamatan Ngrampal, Rahmad, juga menolak hasil Muscab karena banyak hal yang tidak berjalan dengan semestinya. Menurutnya sesuai tahapan awal, usulan nama pengurus PKB yang baru dari bawah.

Namun pada kenyataanya, nama yang diusulkan oleh PAC tidak ada semua. Ia pun meminta agar hasil Muscab dipending atau ditunda.

“Intinya kami tidak setuju hasil Muscab dan minta dipending saja. Karena sama sekali tidak mengakomodir usulan dari bawah. Sehingga sikap demokrasi telah dihilangkan,” tegasnya.

Senada, Ketua DPAC Perempuan Bangsa PKB Sragen, Indah Sri Udati menyampaikan juga menolak hasil Muscab.

Sebab ia menilai jalannya Muscab tidak mengakomodir suara di bawah akan tetapi justru ada nuansa sengaja menyingkirkan orang-orang lama yang notabene sudah banyak berjuang merintis hingga membesarkan PKB di Sragen.

Menurutnya, PKB bukan pondok pesantren, tetapi sebuah partai politik. Sehingga sudah semestinya harus dipegang mereka yang berpengalaman dan mampu merangkul semua elemen masyarakat dalam mendongkrak suara partai.

“Apalagi pengurus baru ini belum pernah merasakan pahit getirnya perjuangan membesarkan partai dari nol hingga bisa melahirkan 7 kursi di DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi, DPR RI hingga mendudukan wakil bupati. Orang-orang yang dulu berjuang berdarah-darah malah dihilangkan, tapi ini tahu-tahu mereka yang dinilai tidak tahu soal perjuangan membesarkan partai malah dipilih dan menyingkirkan orang-orang lama,” katanya.

Baca Juga :  Peringatan Keras Bupati Sragen untuk Semua Kades Soal Dana BKK. Jika Ada Catatan Penyimpangan Bakal Langsung Diblokir, Bupati: Tidak Akan Saya Kasih Dana!

Atas kondisi itu, mereka menyatakan untuk selanjutnya akan merapatkan barisan dari semua PAC yang tak sepakat itu. Kemudian akan menyampaikan suara permohonan penundaan dan pembatalan penetapan ke jenjang pengurus yang lebih tinggi baik DPW maupun DPP.

“Kalau nggak ya PAC dibubarkan aja, mencari dewannya masing masing di daerah masing masing gitu aja. Nggak ngurusi DPC dan DPW,” imbuh Mbah Sastro.

Sementara, menyikapi penolakan sebagian PAC itu, Ketua DPC PKB Sragen terpilih, KH Ahmad Budi Ridwani menyampaikan bahwa hasil Muscab sudah merupakan keputusan dari DPW maupun DPP PKB.

Sehingga ia berharap semua pihak bisa menghargai dan menghormati keputusan tersebut.

Dirinya mengaku sangat memahami bahwa dalam dinamika politik ada yang tidak sesuai dengan keinginan merupakan hal yang wajar.

Namun pihaknya akan segera berupaya untuk kembali menyatukan perbedaan itu dengan secepatnya melakukan konsolidasi dan mengakomodir kader lama maupun baru.

“Kita akan memasukan semua pengurus lama dalam pembentukan pengurus baru. Semua kembali perjuangkan untuk membesarkan partai bersama,” tegasnya. Wardoyo