JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, Setrum Jebakan Tikus Tewaskan 2 Perangkat Desa dan 12 Petani di Sragen. Total Sudah 14 Nyawa Melayang akibat Senjata Makan Tuan

Kondisi para petani yang tewas kesetrum jebakan tikus di berbagai wilayah di Sragen dalam kurun beberapa waktu terakhir. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perangkap jebakan tikus berlistrik di Sragen terus memakan korban jiwa. Meski berbagai imbauan dan larangan dilontarkan, keganasan setrum jebakan tikus tetap saja terus dan terus terulang.

Sempat mereda beberapa saat, kasus serupa kembali terjadi Sabtu (10/4/2021) petang.

Perangkat Desa Kecik yang menjabat Kaur Umum, Cipto Purnomo (55) ditemukan tewas usai menyalakan perangkat setrum jebakan tikus di sawahnya petang tadi.

Tewasnya Cipto menambah panjang daftar korban setrum jebakan tikus di wilayah Sragen. Dari catatan JOGLOSEMARNEWS.COM , Cipto menjadi korban tewas ke-14 akibat setrum jebakan tikus dalam kurun setahun terakhir.

“Dari olah TKP, korban setelah menyalakan genset untuk jebakan tikus, kemudian masuk ke sawah. Karena sawah berair sehingga kemungkinan ikut membuat korban kesetrum dan terpental. Pas jatuh, tangannya mengenai kawat untuk jebakan tikus dan kesetrum,” papar Kapolsek Tanon, AKP Primadhana Bayu Kuncoro mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (10/4/2021).

Kapolsek menuturkan jebakan tikus beraliran listrik itu memang baru dipasang oleh korban hari ini. Lokasi kejadian juga berada di areal sawahnya sendiri.

Terkait kasus itu, Kapolsek menyampaikan sebenarnya berbagai upaya baik imbauan maupun pemasangan pamflet larangan memasang setrum jebakan tikus, sudah terus dilakukan.

Namun pihaknya tak menyangka jika tetap masih ada yang nekat. Sebagai tindaklanjut, akan segera berkoordinasi dengan Muspika untuk kembali melakukan pengecekan dan penertiban ke wilayah.

“Nanti kalau masih ada, akan kami minta untuk dilepas. Sebenarnya sudah sering kami lakukan sosialisasi imbauan dan pemasangan larangan lewat pamflet. Nggak tahu kalau masih ada yang nekat. Padahal sebelumnya sudah ada kejadian di Pengkol Tanon. Apalagi ini korbannya notabene perangkat desa,” terang Kapolsek.

Menurut keterangan warga, perangkat jebakan tikus beraliran listrik itu baru hari ini dipasang oleh korban.

Nahas, ternyata ujicoba pertama itu justru berujung maut. Kaur paruh baya itu kemudian tewas usai kesetrum jebakan tikus beraliran listrik yang dipasangnya sendiri.

Baca Juga :  Mediasi Buntu, Ribuan Buruh PT DMST Sragen Sepakat Tolak Tawaran THR Hanya Dibayar 70 % dan Dicicil. Sepakat Tuntut THR Harus 100 %!

“Ya baru pertama kali mau masang jebakan tikus pakai setrum. Baru tadi siang dipasang sampai jam 15.00 WIB tadi masih masang. Mungkin tadi sudah selesai dan mau dinyalakan,” papar Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecik, Triwanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM ditemui di rumah duka.

Pemasangan jebakan tikus diduga terpaksa dilakukan lantaran upaya membasmi dengan omprong dan gerilya tiap malam, tak mampu meredakan serangan tikus.

“Hama tikusnya memang parah karena sawah almarhum itu dekat dengan kalen (sungai kecil). Sudah pakai omprong, tiap malam juga disuluhi (dicari) tapi nggak reda juga. Bahkan tanaman yang bagian pinggir sudah habis dimakan tikus,” timpal Sekdes Kecik, Sriyono.

Kematian Cipto menambah panjang daftar korban tewas akibat setrum jebakan tikus di Sragen.

Korban sebelumnya, adalah Mbah Sunardi (63). Petani asal Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen itu meninggal juga akibat kesetrum jebakan tikus di persemaian sawahnya pada Sabtu (6/3/2021) silam.

Petani malang itu ditemukan meregang nyawa di persemaian sawahnya dengan tubuh luka bakar kesetrum jebakan tikus yang dipasangnya sendiri.

Sebelumnya, 12 warga di beberapa wilayah juga sudah meregang nyawa akibat kesetrum perangkap jebakan tikus di sawah.

Di antaranya Senin (2/11/2020) silam, petani asal Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen, Suyadi (58) warga Dukuh Tanjang RT 21, Kedung Upit, Sragen juga ditemukan tewas kesetrum di sawahnya.

Kemudian dua hari berikutnya, Rabu (4/11/2020) kejadian serupa kembali terulang.

Petani di Desa Jatitengah, Sukodono bernama Jumino (58) asal Putatsewu RT 2, Jatitengah, Sukodono, Sragen juga ditemukan tewas di pematang dan sawah milik tetangganya, Pariman (59) asal Lemahireng RT 5, Jatitengah, Sukodono, Sragen.

Selain Suyadi dan Sumino,
sebulan sebelumnya masih di akhir 2020, perangkat desa asal Kranggan, RT 21 Desa Pengkol, Tanon, Supomo (53) juga ditemukan tewas di sawahnya karena kesetrum jebakan tikus.

Kemudian, Kamis (13/8/2020) sebelumnya, seorang petani di Desa Gringging, Kecamatan Sambungmacan, bernama Karno Purnomo alias No Balak (60) warga Dukuh Celep RT 14/4, Desa Gringging, Sambungmacan, Sragen ditemukan tewas di sawahnya karena jebakan tikus.

Baca Juga :  Gara-Gara Ulah Bocah 6 Tahun Jadi Pemicu Gegeran di Desa Ketro Tanon. Gudang Minyak dan Grosir Ludes Terbakar, Harta Ratusan Juta Hangus, 4 Orang Masuk Rumah Sakit

Petani paruh baya itu ditemukan tergeletak tak bernyawa di dekat kawat di sawah dukuh setempat.

Sebelumnya, delapan korban juga tewas dalam kurun tak lama sebelumnya. Mereka di antaranya Prapto Wiyono alias No Banjir (66) petani asal Dukuh Bulakrejo RT 28/1, Duyungan, Sidoharjo, Sragen.

Ia tewas kesetrum jebakan tikus berlistrik di sawahnya, akhirnya dimakamkan Rabu (29/7/2020) pagi.

Sebelumnya, buruh tani bernama Atun Suryanto (50) asal Kampung Sine RT 1/4, Kelurahan Sine, Sragen juga ditemukan tewas setelah kesetrum jebakan tikus di sawahnya Kampung Klumutan Sine, Jumat (8/5/2020) pagi kemarin.

Nasib serupa menimpa buruh tani bernama Nilam (45) warga Dukuh Donorojo RT 12, juga ditemukan tak bernyawa seusai terkena jebakan tikus bermuatan listrik, Jumat (2/5/2020).

Nilam tewas tergeletak di pematang sawah milik tetangganya, Sugiyo.
Kemudian Selasa (28/4/2020), seorang buruh tani asal Dukuh Ngrampal, RT 29 Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, bernama Yanto (54) juga ditemukan meninggal dunia di areal persawahan di Dukuh Bugel, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen.

Saat ditemukan kondisinya telungkup dengan luka bakar menempel di kabel jebakan tikus yang ada di tepi sawah majikannya.

Tak hanya itu, jebakan tikus juga merenggut nyawa Andi Nugroho (31) warga Madiun, Jatim pada 17 Februari 2020.

Ia ditemukan dengan kondisi kaki melepuh dan luka bakar sebelum kemudian meninggal akibat kesetrum jebakan tikus di persawahan wilayah Siwalan, Sragen Kota.

Sebelumnya, dua warga Jambanan Sidoharjo juga tewas terkena jebakan tikus berlistrik di sawah setempat pada medio dan akhir 2019 lalu.

Dari total 14 korban sejauh ini, 2 korban tercatat berprofesi sebagai perangkat desa di Tanon yakni di Pengkol dan Kecik. Sedangkan 12 sisanya adalah petani dan buruh tani.

Rentetan kejadian yang terus berulang itu menyiratkan keprihatinan sejumlah pihak. Semua pun berharap tragedi setrum tikus bisa segera berakhir. (*/Wardoyo)