JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, Terpeleset Saat Mancing, Siswa SD di Gemolong Sragen Tewas di Bendungan Dadapan. Mayatnya Ditemukan di Dasar Kedalaman 2,5 Meter

Ilustrasi evakuasi mayat bocah. Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib tragis dialami seorang bocah asal Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Sragen.

Bocah laki-laki bernama Bilal Putra Annur (7) itu ditemukan tewas tenggelam di Bendungan Dadapan desa setempat. Bocah yang masih duduk di bangku SD itu ditemukan 10 menit kemudian dalam kondisi tak bernyawa di dasar bendungan.

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian tragis itu terjadi pukul 07.00 WIB. Kejadian bermula ketika siswa asal
Dukuh Petingan RT 6/2, Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong itu tengah memancing ikan di Bendungan Dadapan yang ada di Dukuh setempat.

Baca Juga :  Sragen Runners 5K Kembali Digelar, Berikut Daftar Pemenangnya, Para Peserta Pelajar Mendominasi

Korban berangkat memancing bersama temannya, Rehan Maulana (6) yang juga tetangganya. Setiba di bendungan, mereka berdua memancing ikan.

Saat hendak berpindah tempat, mendadak Bilal terpeleset dari atas bendungan. Seketika tubuhnya jatuh dan tenggelam ke bendungan yang berair cukup dalam.

Melihat temannya tenggelam, Rehan bergegas lari meminta pertolongan. Tak lama berselang, warga berhamburan datang ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Setelah 10 menit pencarian, korban ditemukan berada didasar bendungan yang berkedalaman 2,5 meter. Selanjutnya korban diangkat dan diberikan bantuan pernafasan namun korban sudah lemas dan sudah tidak ada denyut nadi.

Baca Juga :  PT KAI Daop 6 Yogyakarta Kembali Memberikan Pelayanan Kesehatan pada Warga Sragen

“Sempat dibawa ke RSUD Dr. Soeratno Gemolong untuk dilakukan pemeriksaan namun kondisinya sudah dinyatakan meninggal,” papar Yan, salah satu warga.

Kondisi bendungan Dadapan di Purworejo, Gemolong, Sragen. Foto/Wardoyo

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas AKP Suwarso membenarkan kejadian itu. Menurutnya dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Korban meninggal karena terpeleset dan kemudian tenggelam ke dalam sungai. Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com