JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kronologi Perampokan Wartawan Kompas TV di Sragen. Tak Mempan Tipu Ban Kempes, Pelaku Nekat Akting Keserempet untuk Menarik Perhatian

Ilustrasi rampok pecah kaca. Foto/Humas Polda
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insiden perampokan yang menimpa wartawan kontributor televisi swasta nasional, Kompas TV asal Sragen, Susilo Mintarjo (55), menyisakan cerita lain.

Betapa tidak, pelaku nekat menggunakan berbagai modus untuk mengelabuhi wartawan asal Ngembatasri, Gemolong, Sragen itu agar mau menghentikan mobilnya.

“Awalnya dia mepet sambil seolah memberi isyarat kalau ban mobil saya kempes. Saya waktu itu nggak percaya dan nggak saya gagas. Dia langsung hilang,” papar Susilo kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (23/4/2021).

Setelah diabaikan dan jalan beberapa meter, pelaku yang mengendarai sepeda motor sendirian itu, mendadak muncul lagi. Lalu memepet mobil sembari kembali memberi aba-aba kalau ban mobilya kempes.

Susilo tetap tak menggubris. Pelaku belum menyerah. Ia kembali memepet dan malah nekat berakting dia seolah-olah keserempet mobil.

Lalu pelaku berusaha mengadang. Mau tak mau, Susilo langsung menghentikan mobilnya.

“Karena dua kali memepet dan ngabari kalau ban kempes ditambah agak ngomel katanya keserempet, akhirnya saya berhenti. Saya turun dari pintu sebelah kiri, langsung ngecek roda belakang,” ujar Susilo kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (23/4/2021).

Saat dirinya turun, pemotor tak dikenal itu tidak kelihatan. Namun begitu mengecek roda belakang dan ternyata ban tidak kempes, pemotor muda itu mendadak kembali muncul dari arah depan mobilnya.

Pelaku lalu berbalik arah sembari memacu motornya dengan kencang. Saat itu, Susilo mengaku belum sadar jika pemotor itu sudah menggondol tas di jok depan.

Baru setelah masuk kembali ke mobil, ia merasa ada yang tidak beres. seusai beraksi menggasak tas wartawan senior itu, pelaku bahkan masih sempat melontarkan kalimat bernada mengejek.

Entah berniat minta maaf beneran atau memang mengejek, pelaku sempat menyampaikan kalimat dalam Bahasa Jawa yang berbunyi “maaf pak tak apusi”.

“Saat balik dari depan mobil saya dan bawa tas saya, pelaku masih sempat ngebut sambil bilang maaf pak tak apusi (maaf pak, saya bohongi),” papar Susilo, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (23/4/2021).

Susilo menyampaikan seketika itu, ia belum sadar jika pelaku yang sempat memberitahu ban mobilnya kempes itu ternyata adalah penjahat.

Semula ia mengira pelaku hanya bercanda. Ia baru tersadar ketika ban mobilnya ternyata tidak ada yang kempes dan bergegas kembali ke mobil.

“Saya sempat lupa apa tadi bawa tas atau nggak. Akhirnya saya telepon teman-teman perumahan dan tanya apa lihat saya bawa tas, mereka bilang saya bawa tas hitam. Saya ingat-ingat lagi memang bawa tas dan saya taruh di jok depan kiri. Barulah saya sadar ternyata saat saya turun, pelaku memanfaatkan kesempatan mengambil tas saya lalu kabur,” terangnya.

Setelah memastikan tasnya hilang, Susilo langsung bergegas melapor ke Polsek Gemolong.

Dalam laporannya, ia menyebut barangnya yang hilang adalah sebuah tas di dalamnya berisi satu unit handycam, satu kamera, satu flasdisk dan uang tunai.

“Uangnya nggak begitu banyak. Hanya beberapa ratus ribu. Tapi handycam dan flasdisk itu yang penting. Karena flasdisk itu isinya master lagu-lagu yang ngisinya saja kemarin bayar Rp 1 juta. Kalau ditotal ya Rp 5 jutaan kerugiannya,” jelasnya.

Ia menyampaikan kejadian itu sebenarnya sudah terjadi sekitar sebulan lalu. Namun ia masih memendam laporan sembari berharap pelaku beritikad baik mengembalikan barang yang dicuri.

Akan tetapi ternyata hingga kini tak kunjung ada itikad dari pelaku mengembalikan.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra membenarkan memang sudah menerima aduan dari Susilo sekitar sebulan lalu.

Saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan. Dari laporan yang diterima, pelaku sendirian dan beraksi dengan modus mengelabuhi memberitahu bahwa roda mobil korban kempes.

“Ini masih dalam penyelidikan. Imbauan kami jangan mudah percaya dengan orang tak dikenal yang memberitahu kalau ban kempes. Karena bisa jadi itu hanya modus kejahatan. Kemudian kalau terpaksanya ingin mengecek, pastikan jangan ada barang berharga ditinggal atau pintu tetap dikunci,” tandasnya dikonfirmasi Jumat (23/4/2021). Wardoyo