JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengenal Sosok Sarwito, Ustadz Bersahaja Asal Grobogan yang Mendadak Viral Usai Rintis Usaha Warung Apung di WKO Sragen. Berawal dari Tukang Bangunan, Dipercaya PT Waskita hingga Banyak Diundang Isi Tauziah (Bagian 1)

Ustadz Abdul Rohman Sarwito bersama sang istri, Tuti Widji di warung apung Jatisongo A & A Boyolayar, Ngargosari, Sumberlawang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kehadiran warung makan apung Jatisongo A & A di kompleks perairan Kedung Ombo (WKO) Desa Boyolayar, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, mendadak langsung menyita perhatian publik.

Belum ada sepekan dibuka, warung apung itu langsung viral. Imbasnya sejumlah pengunjung dari luar kota langsung penasaran dan berdatangan untuk mencicipi kelezatan menunya.

IMG 20210417 WA0037
Ustadz Abdul Rohman Sarwito saat mengisi tauziah di Grobogan. Foto/Wardoyo

Selain banyak diburu pecinta kuliner karena kelezatannya, kehadiran warung apung di WKO itu juga turut melambungkan sosok sang pemilik, Abdul Rohman Sarwito (55).

Ya, nama Sarwito mendadak mencuri perhatian di kalangan warga Ngargosari dan Sumberlawang berkat kehadiran warung apungnya.

Semua itu ternyata bukan tanpa alasan. Sebab secara domisili, Sarwito sebenarnya adalah warga asal Grobogan. Sementara usaha warungnya di rintis di Sumberlawang Sragen.

Namun pendirian warung itu ternyata memang punya cerita menarik dan punya ikatan emosional yang kuat di kalangan warga Boyolayar dan Ngargosari.

Baca Juga :  Seorang Ustadz di Sragen Meninggal Positif Covid-19, Keluarga Menolak Dimakamkan Protokol Covid-19. Jenazah Dijemput Pakai Ambulans Ormas, Dimakamkan Tanpa APD dan Dihadiri Ratusan Pelayat

Lantas siapakah Sarwito yang begitu mencuri perhatian itu?

JOGLOSEMARNEWS.COM pun berkesempatan melakukan wawancara dengan pengusaha sekaligus dai atau ustadz asal Grobogan tersebut, Sabtu (17/4/2021).

Dari Tukang Bangunan ke PT Waskita

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sarwito mengatakan dirinya lahir di Susun Gilis, Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Dibesarkan dari kalangan keluarga sederhana, sejak kecil ia terdidik dengan tempaan semangat kiat dan jiwa kerja keras.

Mengawali kerja sebagai tukang bangunan, berkat tekad dan ketekunannya, pada 1998 Sarwito kemudian dipercaya menjadi mandor proyek dan mitra PT Waskita Karya hingga sekarang.

Selama lebih dari 20 tahun, ia lantas digandeng untuk mengerjakan proyek-proyek konstruksi dari salah satu BUMN tersebut. Dari PT Waskita, ia mengaku banyak belajar menjadi pribadi yang tegar dan tegas.

Baca Juga :  Tertular Covid-19 Usai Melayat, Emak-emak 65 Tahun di Sragen Menyusul Meninggal Dunia. Jadi Korban Meninggal Ketiga Klaster Jetis
IMG 20210417 WA0039
Ustadz Abdul Rohman Sarwito saat mengisi ceramah di acara warga. Foto/Wardoyo

Namun di tengah kesibukannya sebagai mandor proyek, Sarwito ternyata juga selalu menyempatkan untuk memperdalam ilmu agamanya. Waktu luangnya selalu dimanfaatkan dengan mengaji ke para kyai-kyai.

Ilmu yang didapatnya kemudian disebarkan melalui syiar keagamaan dan ceramah-ceramah ke masyarakat.

Sehingga selain menangani proyek, mengisi dakwah dan syiar agama dari satu tempat ke tempat lain adalah aktivitas yang dilakoninya selama ini.

“Kebanyakan diundang ngisi tauziah di acara orang nikahan, hajatan, khitanan bahkan kadang acara halal bihalal. Ya tergantung yang ngundang, kami menyesuaikan. Dan kami nggak ada tarif, semua saya lakukan untuk syiar agama saja. Bahkan kadang kalau yang ngundang di hajatan dan kurang mampu saya gratiskan. Niatan kami bersyiar,” ujarnya. (Wardoyo/bersambung)