JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Klaten

Mengulas Konsep Pendidikan Terpadu di KB TK Sayf El Falah Klaten. Padukan Program Unggulan, Pendidikan Karakter dan Nuansa Islami, Tapi Biaya Tetap Ramah di Kantong

KB dan TK Sayf El Falah di Klaten. Foto/Wardoyo

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dewasa ini, pendidikan menjadi salah satu kebutuhan penting dan investasi jangka panjang bagi generasi penerus.

Tak heran, banyak orangtua berlomba-lomba memilih dan memburu sekolah berkualitas untuk buah hatinya. Semua itu demi satu tujuan memberikan suasana terbaik dan memaksimalkan potensi anak dalam segala aspek.

Nah, memilih sekolah yang tepat sejak dini mutlak diperlukan. Dari tren yang berkembang, sekolah berbasis agama kini memang menjadi tren baru yang banyak dipilih oleh orangtua.

Salah satunya, KB dan TK Syaf El Falah di Klaten ini. Belakangan nama Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) ini banyak menjadi referensi dan mendapat kepercayaan dari orangtua di wilayah Klaten pada khususnya.

JOGLOSEMARNEWS.COM pun berkesempatan mengorek lebih detail keberadaan KB dan TK yang berlokasi di Jl. Wahidin Sudiro Husodo No.36, Bramen, Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu.

Berdiri sejak tahun 2015, nama KB dan TK Sayf El Falah selalu tak pernah sepi peminat. Seperti tahun ini, KB dan TK itu mengasuh sekitar 40 anak di jenjang KB dan TK.

Tingginya animo orangtua memilih KB TK itu ternyata tak lepas dari manajemen yang dikelola secara profesional dan berkualitas.

Baca Juga :  Gelorakan Gerakan Penghijauan, Mahasiswa Pertanian Unisri Surakarta  Tanam Buah dan Herbal

Seperti disampaikan Management Trainee KB & TK Sayf El Falah, Vivin Zulfa Atina. Wanita kelahiran Sragen itu mengatakan KB dan TK yang dikelolanya itu memang diperuntukkan untuk anak jenjang KB dan TK.

Sekolah Impian Generasi Beriman

Dengan berbasis Islam, KB dan TK Syaf El Falah dikembangkan dengan motto sekolah impian generasi beriman. Motto itu menurutnya digagas dengan harapan setiap anak yang sekolah di KB TK-nya merasa seperti impiannya.

“Konsepnya bermain namun di dalam bermainnya tersebut terselip nilai tentang Tauhid dan Iman,” paparnya Sabtu (17/4/2021).

IMG 20210415 WA0033
Siswa belajar dengan suasana menyenangkan. Foto/Wardoyo

Vivin menuturkan guna mewujudkan motto itu, sekolah itu menerapkan konsep bermain tapi belajar.

Sehingga anak tetap enjoy menjalani aktivitas belajar sambil bermain. Selain itu, manajemen menggunakan metode story telling yang menceritakan siroh nabawiyah untuk meningkatkan bekal pendidikan karakter.

“Sehingga tercipta perilaku islami dalam kehidupan sehari hari sesuai Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW,” terangnya.

Sekolah yang berada di jantung kota Klaten ini juga dikembangkan dengan konsep sekolah dengan fasilitas play ground, sentra imtaq dan sentra main peran.

Kemudian sentra persiapan, sentra bahan alam, sentra balok, sentra seni, serta alat peraga dan media belajar yang ramah anak dan lingkungan.

Baca Juga :  Raih Poin Tertinggi, Nairul Khoiriyah Wakili FSRD ISI Surakarta dalam Ajang KKN Kebangsaan di Jambi

Biaya Ramah di Kantong

Konsep pembelajaran tetap mengedepankan nuansa islami. Hal itu dimaksudkan agar para siswa memiliki bekal soft skill, hard skill dan spiritual skill. Namun biayanya juga tetap ramah di kantong.

IMG 20210415 WA0035
Para pengajar dengan sabar membimbing anak-anak. Foto/Wardoyo

Vivin menjelaskan konsep pembelajaran juga menerapkan sejumlah program unggulan. Di antaranya adalah outbound, movie time, sholat dhuha, cooking class, sains experiment, creative project, tahfidz, field trip, calistung, olahraga dan fun game.

Pembina Yayasan KB TK Sayf El Falah, Andre Raditya menambahkan di masa pandemi, sekolahnya tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi new normal era.

Yakni dengan mewajibkan siswa untuk di cek suhu tubuh saat hendak mengikuti pembelajaran yang diadakan seminggu 2 kali bagi tiap siswanya.

IMG 20210415 WA0034
Anak-anak belajar sambil bermain. Foto/Wardoyo

Untuk mendukung prokes, sekolah melengkapi setiap sudut kelas dan ruang dengan tempat cuci tangan. Serta mewajibkan siswa untuk menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Untuk siswa yang belajar di rumah kami memberikan project bekerjasama dengan wali murid. Selain itu setiap 2 pekan sekali kami adakan pertemuan parenting dengan wali murid untuk menyelaraskan pembelajaran di sekolah dan di rumah. Sehingga goal kita untuk mewujudkan generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak dapat di raih,” tandasnya. Wardoyo