JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nggak Nyangka, Komplotan Maling Cilik Bejo dan RT Sudah Sikat 6 Motor dari 6 Kecamatan di Sragen. Hasil Curiannya Dijual Secara COD, Hayoo Siapa yang Beli Siap-Siap Diburu Polisi!

Dua remaja tersangka pencurian sepeda motor saat diamankan di Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penangkapan komplotan maling cilik berusia belasan tahun asal Boyolali yang terlibat aksi pencurian sepeda motor di Plupuh, dua hari lalu, menguak fakta miris.

Ternyata, sindikat ini digawangi dua pelaku masih remaja dan satu di antaranya berusia di bawah umur itu sudah berulangkali melakukan aksi serupa.

Dari hasil pengembangan polisi, kedua pelaku sudah beraksi di 6 lokasi berbeda di enam kecamatan di Sragen. Mereka menggasak sepeda motor mulai dari Honda Beat hingga Kawasaki Ninja.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas AKP Suwarso mengatakan dua tersangka itu bernama Muh Toha alias Bejo (20) warga Dukuh Tari Kulon RT 7/1, Desa Sumber, Kecamatan Simo, Boyolali.

Ia dibekuk bersama kompatriotnya yang masih berusia di bawah umur berinisial RT (15) dari kabupaten yang sama. Keduanya dibekuk tim Opsnal Polres Sragen secara beruntun Minggu (18/4/2021).

Dari pengakuan tersangka, mereka sudah enam kali beraksi di enam kecamatan berbeda di Sragen. Masing-masing di Sukodono, Tanon, Miri, Kalijambe, Masaran dan Plupuh.

Baca Juga :  Kontroversi Pemakaman Ustadz Positif Covid-19 di Sidoharjo Sragen, Begini Kronologi Lengkap Versi Keluarga!

Keduanya dibekuk dari pelacakan saat beraksi di Plupuh pada akhir 2020 silam.

“Tersangka mengaku sudah enam kali beraksi di enam TKP berbeda di Sragen. Semuanya sepeda motor yang diambil dan pengakuan mereka dijual secara COD,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (19/4/2021).

AKP Suwarso mengatakan kedua remaja itu dibekuk atas keterlibatannya melakukan aksi pencurian sepeda motor milik buruh bangunan, Joko Susanto (36) asal Dukuh Sambiroto RT 1, Desa Sambirejo, Plupuh, Sragen.

Kedua menggondol sepeda motor Kawasaki Ninja H 2900 AE milik korban yang dibawa kerja bangunan di wilayahnya. Aksi pencurian terjadi pada 21 Oktober 2020 silam sekitar pukul 10.45 WIB.

“Pelaku mencuri sepeda motor korban yang diparkir di tepi jalan lokasinya bekerja di Dukuh Mranggen, Sambirejo, Plupuh. Sepeda itu dicuri saat korban tengah bekerja,” papar Kasubag Minggu (18/4/2021).

Kedua pelaku diketahui beraksi dengan berboncengan sepeda motor. Keduanya mengaku tak kesulitan menggondol motor korban lantaran saat diparkir, kontak motor masih menggantung.

Aksi pencurian diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.45 WIB saat korban hendak beristirahat. Ia kaget ketika mencari sepeda motornya yang diparkir di dekat lokasi proyek sudah raib.

Baca Juga :  Tewaskan Petani Iwan Supardi, Kawat Setrum Jebakan Tikus di Sawah Ngrampal Langsung Dibredel. Terungkap Ternyata Saklar Lupa Dimatikan

Setelah dicari, ternyata motor sudah tidak berada di lokasi. Korban kemudian melapor ke Polsek Plupuh dengan kerugian Rp 10 juta.

“Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, polisi berhasil mendeteksi pelaku dan kemudian melacaknya. Akhirnya kedua pelaku berhasil terdeteksi di Boyolali lalu digerebek di rumah masing-masing untuk selanjutnya diamankan di Polres Sragen,” terang Kasubag Humas.

AKP Suwarso menambahkan kedua tersangka diamankan dengan barang bukti sepeda motor Honda Beat yang digunakan untuk sarana mencuri.

Kemudian sepeda motor Honda CB 150R yang dibeli dari hasil penjualan motor Kawasaki. Kemudian motor Kawasaki milik korban yang sudah terlanjur di jual kepada orang lain.

Turut diamankan pula sepotong jaket jemper warna biru dan sepasang sendal jepit merah merk Ando yang dikenakan tersangka saat beraksi.

“Tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandasnya. Wardoyo