JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perhatian, Mulai Hari Ujicoba Sekolah Tatap Muka di Sragen Dihentikan, Ujian SD dan SMP Digelar Daring. Sekolah Zona Aman Covid-19 Dipersilakan Gelar Ujian Luring!

Suwardi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen mempersilakan sekolah jenjang SD dan SMP menggelar ujian sekolah secara daring maupun luring.

Namun ujian secara luring atau tatap muka hanya boleh digelar oleh sekolah yang berada di zona aman atau zona hijau covid-19.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen, Suwardi, Minggu (17/4/2021). Untuk diketahui ujian sekolah jenjang SD dan SMP dijadwalkan akan digelar mulai Senin (19/4/2021) besok.

“Prinsip ujian sekolah SD dan SMP digelar daring. Tapi untuk daerah yang aman dari covid-19 atau zona hijau boleh menggelar secara tatap muka atau luring,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (18/4/2021).

Lantas untuk sekolah di daerah yang memang sulit untuk menggelar daring karena kondisi jaringan internet, dipersilakan menggelar ujian secara tatap muka.

Namun penyelenggaraan tatap muka atau luring tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kebijakan itu ditempuh menyusul peningkatan kasus covid-19 di Sragen dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan dampaknya, dinas juga memutuskan menghentikan kegiatan ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) per Senin (19/4/2021) besok.

Baca Juga :  Sempat Pindah Rumah Sakit, Kades Sambirejo Sragen Tenyata Positif Covid-19 Usai Salaman dengan Warganya dari Klaster Masjid. Sang Imam yang Pertama Kali Terpapar Malah Sempat Tak Percaya Covid-19

Penghentian ujicoba PTM hanya berlaku bagi jenjang taman kanak-kanak (TK) atau RA. Sedangkan untuk jenjang SD dan SMP masih dibolehkan menggelar kegiatan tatap muka secara selektif karena akan menyelenggarakan ujian sekolah mulai Senin (19/4/2021) besok.

Penghentian kegiatan ujicoba PTM itu tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Kadisdikbud Sragen, Suwardi per Sabtu (17/4/2021).

Dalam surat No 420/1460/013/2021 itu disampaikan mencermati perkembangan jumlah pasien terpapar covid yang meningkat beberapa hari terakhir di beberapa daerah seperti dalam website corona.sragenkab.go.id, maka mulai 19 April 2021 ujicoba PTM untuk jenjang TK RA diputuskan sementara dihentikan.

Sedangkan untuk jenjang SD dan SMP dikarenakan akan menyelenggarakan ujian sekolah tanggal 19 April, maka pelaksanaan ujian sekolah dapat dilakukan dengan metode daring (online( dan luring (tatap muka).

Metode luring atau masuk sekolah hanya diizinkan untuk SD dan SMP yang berada di zona aman covid-19 sesuai evakuasi dan analisis kepala sekolah.

Baca Juga :  Meledak Makin Ganas, 9 Keluarga di Sragen Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19. Total 37 Orang Positif Terpapar!

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan kebijakan penghentian sementara ujicoba PTM di jenjang TK dan RA itu.

Menurutnya situasi peningkatan angka covid-19 saat ini memang menjadikan kewaspadaan tersendiri sehingga Pemkab mengambil keputusan tersebut.

“Namun penghentian hanya untuk jenjang TK dan RA. Untuk SD dan SMP karena akan ujian sekolah mulai Senin besok, tetap dibolehkan secara tatap muka atau luring. Namun hanya sekolah yang ada di zona aman saja, sedangkan yang tidak di zona aman atau zona hijau, boleh dilakukan secara daring atau online,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (17/4/2021).

Sebelumnya, Disdikbud memulai ujicoba tatap muka di 71 sekolah TK, SD dan SMP selama sepekan mulai 29 Maret 2021 hingga 5 April 2021 lalu. Ujicoba tahap pertama itu berjalan lancar tanpa ada insiden meskipun ada beberapa sekolah yang masih harus perlu dibenahi prokesnya.

Ujicoba PTM kembali dilanjutkan dengan penambahan jumlah sekolah dua kali lipat. Namun ternyata belakangan jumlah kasus covid-19 kembali merangkak naik sehingga memicu kewaspadaan tersendiri. Wardoyo