JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Semua Sekolah di Kecamatan Gondang Sragen Dilockdown Buntut 3 Guru Meninggal Positif. Ujicoba PTM untuk TK/PAUD Semua Kecamatan Dihentikan, Ujian SD/SMP Disiapkan 3 Opsi!

Tatag Prabawanto dan Suwardi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen mengambil kebijakan tegas terkait temuan rentetan kasus covid-19 di SMAN 1 Gondang yang sudah merenggut nyawa 3 guru.

Pembelajaran tatap muka di semua sekolah di kecamatan itu langsung dihentikan total. Selain itu, ujicoba sekolah tatap muka di semua PAUD dan TK di seluruh kecamatan juga dihentikan.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan terkait kasus covid-19 di SMAN 1 Gondang, Pemkab melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah memutus untuk menunda PTM semua sekolah di Kecamatan Gondang.

Penangguhan PTN dilakukan sampai dilakukan tracking ke seluruh guru dan karyawan di SMAN itu selesai.

“Untuk pembelajaran tatap muka di semua sekolah di Gondang ditangguhkan dulu sampai situasi membaik dan semua guru karyawan SMAN 1 Gondang ditracking,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (19/4/2021).

Kebijakan itu ditempuh untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus covid-19. Mengingat kasus covid-19 di Gondang sudah merenggut 3 nyawa guru dan menjangkiti 7 guru karyawan lainnya.

Baca Juga :  Meski 21 Warganya Positif Covid-19, Namun Dusun Bageran, Desa Ploso Belum Perlu Lock Down Total

Selain itu, Pemkab juga menghentikan ujicoba PTM di jenjang PAUD dan TK semua kecamatan.

Sedangkan untuk SD dan SMP karena bersamaan dengan ujian sekolah, maka diminta menyesuaikan kondisi zonasi di wilayah masing-masing.

“Untuk jenjang TK dan PAUD semua ditunda sambil menunggu kesiapan tenaga pengajar divaksin. Kedua, karena anak-anak itu memang perlu pengendalian khusus sehingga kita tunda dulu. Sudah hampir satu tahun mereka tidak ada kegiatan belajar mengajar,” terang Tatag yang juga Sekda Sragen itu.

Sementara untuk SD dan SMP, yang siap dan berada di zona aman covid-19, dibolehkan menggelar ujian secara luring atau di sekolah. Dengan catatan tidak ada kasus covid-19 di wilayah tersebut.

Kepala Disdikbud Sragen, Suwardi membenarkan untuk wilayah Kecamatan Gondang, semua sekolah sementara Dilockdown dan pembelajaran dilakukan tetap dilakukan secara daring.

Sementara untuk wilayah lain, khusus jenjang PAUD dan TK juga sementara ditangguhkan. Sementara untuk tingkat SD dan SMP yang saat ini menggelar ujian, diminta menyesuaikan.

Baca Juga :  Ulang Tahun ke-51, Gubernur DKI Anies Baswedan Diam-diam Dapat Kado Istimewa dari Sragen. Persembahan Pengusaha Nasional Asal Sragen, Ada Kata Kemenangan 2024!

Sekolah yang ada di zona aman, diminta tetap menggelar ujian secara luring atau di sekolah agar obyektivitas bisa lebih baik. Sedangkan sekolah yang tidak memungkinkan, diminta tetap ujian secara daring.

“Yang kita utamakan luring adalah SD dan SMP yang memang persiapan ujian sekolah. Kita dorong yang aman, mengggelar ujian tatap muka agar hasilnya lebih obyektif,” terangnya.

Saat ini, jenjang SD menggelar ujian sekolah atau penilaian akhir tahun (PAT) yang dimulai hari ini 19 April-24 April. Penilaian akhir tahun. Sedangkan jenjang SMP menggelar ujian sekolah yang dimulai 19 April sampai 22 April.

Untuk syarat menggelar luring atau tatap muka, sudah tidak ada kasus covid-19 di wilayah kelurahannya. Atau tidak sampai ada 3 kasus positif yang dirawat.

“Untuk ujian daring pun ada tiga pilihan. Orangtua datang ke sekolah ambil soal, soal diantar ke rumah atau soal diantar guru ke siswa. Dan waktu pengerjaan dibatasi. Karena naskah soalnya bentuk kertas bukan online,” tandasnya. Wardoyo