JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terjaring Penyekatan Jelang Mudik di Tawangmangu, Sakti Ngomel-Ngomel: Mau Pemilu Saja Disuruh Pulang Nyoblos, Giliran Mau Silaturahmi Orangtua Nggak Boleh!

Petugas Pos Cemoro Kandang saat memeriksa penumpang asal Jatim yang hendak masuk ke Karanganyar di Tawangmangu, Kamis (22/4/2021). Foto/Wardoto

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebijakan penyekatan jalur dan pemeriksaan penumpang kendaraan luar kota untuk swab yang digelar beberapa daerah memantik pro kontra di kalangan masyarakat.

Ada yang mendukung namun ada pula yang menyesalkan. Hal itu terungkap ketika dilakukan penyekatan oleh Satlantas Polres Karanganyar di Posko Cemoro Kandang Tawangmangu, Kamis (22/4/2021).

Beberapa pengendara yang terjaring ada yang mengeluh ada pula yang tidak. Seperti Sakti, warga Magetan, Jatim yang terjaring karena gak pakai masker.

Ia mengendarai mobil pelat W 1472 CF dan diberhentikan petugas. Saat diwawancara wartawan, ia menyayangkan sikap pemerintah yang seakan menghalangi silaturahmi keluarga menjelang Lebaran ini.

“Mau pesta demokrasi (pemilu) saja disuruh pulang kampung buat nyoblos. Giliran mau silaturahmi saja, malah enggak boleh. Itu kan mau ketemu ibu. Orangtua yang melahirkan kita,” ujarnya menggerutu saat dihentikan di Pos Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga :  Jauh-jauh Perjalanan Hari Lebaran, 9 Kendaraan Pemudik Terpental Penyekatan dan Diputar Balik di Sragen. Tapi 113 Pemudik Dilaporkan Lolos Tiba Kampung Halaman, 8 Orang Jalani Swab

Sakti kemudian adiknya digiring menuju pos untuk skrining dan menjalani rapid swab antigen. Beruntung hasil swab keduanya negatif.

Kalau ternyata reaktif, pastilah petugas memintanya putar balik. Ia mengaku dalam perjalanan dari Magetan menuju Karanganyar karena ada kepentingan keluarga.

“Ini mau ke Karanganyar. Rencananya mau benerin PS (Play Station) Mas,” katanya.

Kemudian, petugas memberhentikan sebuah mobil lagi. Ternyata di dalamnya tiga orang dari Desa Bogo Arum Kecamatan Plaosan, Magetan.

Yakni Kades Bogo Arum, Suyanto dan dua orang stafnya. Namun ia menyatakan komentar berbeda. Ia justru mendukung upaya aparat memperketat penyekatan agar tidak terjadi penyebaran covid-19.

“Jangan kasih kendor mobilitas antarprovinsi. Jangan sampai kecolongan Covid-19 menyebar. Memang saat ini belum mulai larangan mudik. Tapi sudah banyak nyolong start. Perantau mudik sebelum itu (6 Mei),” katanya.

Ia sendiri berniat ke Tawangmangu untuk berbelanja benih dan plastik media tanam. Ia mengatakan desanya sedang gencar menggarap inovasi pertanian.

Baca Juga :  Tim Sidak Karanganyar Dibikin Terkaget-Kaget, Ada Penyedap Rasa Kedaluwarsa 2017 Masih Dijual Bebas. Ada Obat Daftar G dan Keras Juga Dijual di Kios Sayuran

Kepala Pos Penyekatan Cemoro Kandang, Ipda Marindra Prasetya mengatakan operasional penyekatan dimulai pukul 07.00 WIB-20.00 WIB. Tiap hari personel di pos berganti.

“Penyekatan menyasar kendaraan luar kota. Akan ditanyai mau kemana, surat-surat dan skrining. Dicek kesehatannya serta diminta menjalani rapid tes antigen. Jika baik semua, silakan lanjutkan perjalanan,” katanya.

Posko ini sengaja didirikan di perbatasan Jateng-Jatim. Selain mendirikan posko penyekatan di Cemoro Kandang, pria yang menjabat Kasat Patwal Polres Karanganyar ini mengatakan satuannya mendirikan pula di exit Tol Klodran.

“Penyekatan dilakukan juga di perbatasan yang melalui jalur tol. Saat larangan mudik berlaku, penyekatan di perbatasan bakal lebih gencar. Yang keluar masuk tol Soker di Klodran kemungkinan hanya lalu lintas lokalan,” katanya. Wardoyo