JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Andi Titip 9 Pesan Prioritas Pembangunan Sragen untuk Pasangan Bupati-Wabup Yuni-Suroto. Salah Satunya Solusi Soal Tewasnya 16 Petani di Tangan Jebakan Tikus, Simak Pesan Lengkapnya!

Andi Kusnanto. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabupaten Sragen resmi memiliki pemimpin baru. Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati kembali akan memimpin Sragen bersama Wabup baru, Suroto.

Keduanya resmi dilantik menjabat sebagai Bupati dan Wabup Sragen untuk periode 2021-2026. Berbagai harapan pun disematkan untuk duet yang akan mengusung slogan baru yakni Gotong Royong Saklawase itu.

Bersamaan dengan pelantikan Senin (24/5/2021), beberapa tokoh masyarakat Sragen juga menyampaikan harapannya terhadap duet baru Yuni-Suroto.

Salah satunya, Kepala Sekolah SMK Pelita Bangsa Sumberlawang Sragen, Andi Kusnanto. Tokoh asal Sumberlawang itu menuliskan 9 rumusan prioritas yang ia sampaikan untuk duet Yuni-Suroto.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Appsi (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) Kabupaten Sragen itu menyebut sembilan prioritas itu mulai dari sektor pendidikan, pertanian hingga ekonomi yang dipandang penting untuk lebih diperhatikan.

“Ada 9 prioritas utama pembangunan Sragen yang saya titipkan kepada Beliau Mbak Yuni dan Bapak Haji Suroto sebagai Bupati dan wakil Bupati Sragen Masa Bakti 2021-2026,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (24/5/2021).

Adapun 9 prioritas itu menurut Andi antara lain:

1. Ketahanan Sandang salah satunya dengan memperkuat industri UMK dan Koperasi di Sektor Batik Kliwonan dan Masaran yang terbukti dimasa pandemi masih bisa eksis dan menghidupi ribuan tenaga kerja di wilayah tersebut.

2. Ketahanan Pangan yaitu dengan cara mempertahankan Status Lahan Hijau Lestari di wilayah Sragen yang sudah berabad-abad sudah menjadi penyokong ketahanan pangan Indonesia

3. Ketahanan Pangan tersebut dilakukan dengan pembangunan embung-embung Mini, di setiap aliran sungai-sungai yang ada (sebab sifat sungai-sungai di Sragen tidak bisa menahan air dengan lama).

Baca Juga :  Hancurkan Ganda India, Kevin/Marcus Pastikan Tiket ke Perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020

Hal ini bila dilakukan akan mengurangi dampak penggunaan sumur sibel (Sumur Air Tanah) yang sangat berbahaya bagi masa depan generasi penerus kita semuanya

4. Prioritaskan juga pembangunan sumber daya manusianya. Terutama bagaimana mendidik generasi penerus kita semuanya agar lebih suka dan bangga dengan warisan adiluhung wilayah kita sebagai anak petani yang wajib mempertahankannya dan mengolah lahan pertanian dengan teknologi tepat guna.

5. Persoalan banyak petani yang meninggal dunia karena terkena Setrum jebakan tikus yang sudah menewaskan 16 petani, juga wajib ditanggulangi dengan budidaya hewan pemangsa tikus. Sehingga terjaga ekosistem dan tidak membahayakan.

Banyak pencinta dan peternak hewan pemangsa hama tikus, serta kampus-kampus yang fokus pada pertanian bisa diajak kolaborasi bersama

6. Prioritas utama yang tidak kalah penting adalah optimalisasi pasar-pasar yang ada dengan konsep sewa menyewa yang murah dan perijinan yang murah dan mudah.

Sehingga para pedagang lebih suka dalam mengelar dagangannya di dalam pasar dibanding di pinggir jalan raya. Dan para pembeli pun akan datang ke pasar-pasar tradisional sebagai bagian kegiatan berwisata

7. Pendidikan sebagai Benteng pertahanan terbaik wajib juga diberikan prioritas utama.

Dengan adanya kenaikan Dana BOSDA yang signifikan disesuaikan dengan prioritas anggaran.

Sehingga menjadikan semangat bagi segenap dewan pendidik, siswa dan wali murid, kolaborasikan juga program dan kegiatan Pemerintah Kabupaten Sragen dengan dunia pendidikan, yang dimasukkan dalam muatan lokal dan wawasan lingkungan kewilayahan Sragen.

8. Ketika Kecukupan Sandang, Pangan dan Pendidikan, maka rakyat akan lebih sehat wal afiat sejahtera.

Baca Juga :  Pemkab Sragen Siap Fasilitasi Kepulangan Vino, Bocah Yatim Piatu yang Viral Usai Isoman Sebatang Kara di Kutai Barat. Bupati Sampaikan Terimakasih ke Semua Pihak

Dengan sendirinya fokus dunia kesehatan adalah mencegah penyakit, bukan mengobati penyakit.

Sebab banyaknya rumah sakit belum tentu jaminan rakyat lebih sehat, perlu diyakini bahwa proses pencegahan penyakit akan memudahkan tindakan-tindakan medis dunia kesehatan.

Banyak obat herbal dan jamu-jamu tradisional khas dari Sragen, bisa disupport dan dikembangkan

9. Kabupaten Sragen sebagai suatu tempat destinasi wisata wajib dikembangkan dengan baik, Sangiran, Gunung Kemukus, Bayanan, Wisata Kedung Ombo perlunya sinergitas para pihak baik dengan moda transportasi massal, transportasi wisata dan optimalisasi 2 Pintu Tol di wilayah Sragen.

Tentunya dengan melibatkan pihak Kepolisian dan TNI yang anggotanya bisa melakukan penyuluhan tentang hal tersebut sampai rumah ke rumah per wilayahnya.

“Sebagai penutup kami ucapkan selamat dan sukses selalu untuk segenap amanat jabatannya. Teriring doa dari kami semoga ditambahkan kelancaran keselamatan kebarokahan serta kesuksesan untuk segenap aktivitas proses menjalankan amanat jabatannya,” pungkasnya. Wardoyo