Beranda Umum Nasional Giri Suprapdiono, Pengajar Wawasan Kebangsaan yang Telah Malang Melintang Jadi Pemateri di...

Giri Suprapdiono, Pengajar Wawasan Kebangsaan yang Telah Malang Melintang Jadi Pemateri di Berbagai Lembaga, Tapi Tak Diloloskan dalam TWK di KPK

Aksi Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi memprotes pemecatan pegawai KPK. Foto: tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Giri Suprapdiono, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)selama ini sering menjadi pemateri mengenai tes wawasan kebangsaan (TWK) di sejumlah lembaga.

Namun apa kenyataannya? Ia menjadi salah satu dari 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan yang digelar KPK dalam konteks perubahan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Kontan saja, tidak lolosnya Giri Suprapdiono mendapatkan respon dari publik, salah satunya adalah penyanyi yang selama ini dikenal dengan lagu-lagunya yang mengkritisi pemerintah, Iwan Fals.

Melalui akun Twitternya, Iwan Fals menulis: “Aneh juga ya,” tulis penyanyi itu lewat akun Twitternya, Minggu (30/5/2021).

Cuitan Iwan Fals itu disertai dengan tangkapan layar berita mengenai profil Giri sebagai pegawai KPK yang sering memberikan pengajaran tentang tes wawasan kebangsaan di sejumlah lembaga.

Mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah juga pernah mencuitkan soal Giri. Febri mengatakan, ada satu pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan. Padahal, pria tersebut merupakan lulusan terbaik pelatihan kepemimpinan nasional II angkatan XVII di Lembaga Administrasi Negara.

Baca Juga :  Prabowo Bidik Nol Kemiskinan Ekstrem di Akhir Masa Jabatan

Pada Desember 2020, pria lulusan Institut Teknologi Bandung itu juga menerima penghargaan Makarti Bhakti Nagari Award.

Giri telah bekerja di KPK selama 16 tahun sejak 2005. Sejumlah jabatan pernah diampu, di antaranya Direktur Gratifikasi KPK, serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat.

Selain itu, di sela kesibukannya Giri sering menjadi pembicara untuk topik wawasan kebangsaan.

Lembaga tempatnya pernah bicara tidak sembarangan, yaitu Lembaga Pertahanan Nasional, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dan Sespim Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Rekam jejaknya di bidang ‘wawasan kebangsaan’ itulah yang mungkin membuatnya percaya diri untuk menerima tantangan netizen berdebat dengan Ketua KPK Firli Bahuri. Namun, Giri memberikan syarat.

Baca Juga :  Pilkada Langsung Dibilang Mahal, Pakar: MBG Saja Rp 15.000 Per Hari, Pilkada Langsung Cuma Rp 50.000 Per Tahun

“Dengan senang hati. Syaratnya kalau kalah, mundur dan meletakan jabatan. Bisa gitu gak?” kata dia lewat akun Twitternya hari ini.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.