JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Muncul Klaster TPA di Sambirejo Sragen, 2 Bocah Cucu Imam Dinyatakan Positif Terkonfirmasi Covid-19. Dua Warga Juga Tertular dari Klaster Masjid, Total Sudah 25 Warga Positif

Anak-anak penyintas covid-19 tampak riang bermain ketika menjalani isolasi di Technopark Sragen. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penyebaran covid-19 di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen terus bertambah.

Tak hanya klaster masjid, kini muncul klaster penyebaran baru dari taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) di wilayah yang sama.

Dua anak yang ikut ngaji di TPA, dinyatakan positif tertular Covid-19. Selain itu dua warga juga kembali dinyatakan positif setelah tertular dari klaster masjid di dukuh yang sama.

Kepala Puskesmas Sambirejo, Wisnu Retnaningsih mengatakan ada tambahan kasus baru dari klaster TPA.

Dari 22 anak-anak yang sempat kontak erat dengan guru ngaji (anak imam masjid positif), hasil swab PCR sudah keluar. Ternyata dari 22 anak itu, ada dua yang positif.

Baca Juga :  Raih 3 Gelar Juara di Jatim, Pelatih RBT Humato Sragen Sampaikan Terimakasih Dukungan Billy Beras DKK. Berharap Pemkab dan PBSI Lebih Peduli

“Yang klaster TPA, dari 22 anak TPA yang diswab, hasilnya ada 2 yang positif. Mereka yang positif semua cucunya imam masjid,” paparnya Minggu (9/5/2021).

Menurut Wisnu, kondisi dua anak itu dalam keadaan tanpa gejala. Mereka juga sudah berada di Technopark bersama kedua orangtuanya yang terlebih dahulu positif menjalani isolasi di Technopark.

Selain dari klaster TPA, dua warga juga kembali diketahui positif dari klaster masjid. Mereka adalah warga sekitar yang terlacak sempat kontak erat dan ikut beribadah di masjid tersebut.

Kondisi kedua warga itu juga dalam keadaan baik dan hanya mengalami gejala ringan. Sehingga mereka diisolasi mandiri di Technopark.

Baca Juga :  Klaster Tenggak Sidoharjo Sragen Meluas, dari 10 Warga Positif, 77 Warga Satu RT Diswab Massal. Sumber Penularan Masih Misteri

Dengan tambahan 2 anak dan 2 dewasa, maka hingga hari ini total warga yang positif dari klaster masjid dan TPA di Dukuh Garit mencapai 25 orang.

“Yang dua dewasa besok dibawa ke Technopark. Ada gejala tapi ringan, kalau yang anak-anak 2, sudah sama orangtuanya di Technopark. Karena sebelumnya orangtuanya sudah positif,” terang Wisnu.

Wisnu menambahkan hingga kini pihaknya sudah menuntaskan semua tracking kontak erat dari klaster masjid dan TPA. Diharapkan tidak ada lagi tambahan kasus dan semua yang diisolasi segera membaik.

“Mohon doanya agar semua lekas membaik dan segera reda,” tandasnya. Wardoyo