JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nih Hukumannya Kalau Ugal-Ugalan, Sopir Bus Eka yang Gasak Mahasiswi di Sragen Hingga Tewas Divonis 3 Tahun Penjara. Keluarga Kecewa, Nyawa Hanya Ditukar Rp 1 Juta dan Satu Kardus Mie

Terdakwa sopir Bus Eka yang menabrak mahasiswi hingga tewas saat menjalani sidang putusan di PN Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wandono (49), sopir Bus AKAP EKA bernopol S 7810 US yang menabrak mahasiswi Iis Endrayati (20) asal Dukuh Ceme RT 2, Wonotolo, Gondang, Sragen di bangjo Terminal Lama, November 2020 lalu divonis 3 tahun penjara.

Pengemudi asal Bendungan Kidul Bayan RT 2/ 2, Purworejo itu dinyatakan bersalah karena kelalaiannya hingga menyebabkan mahasiswi itu tewas dalam kecelakaan tersebut.

Bus diketahui ugal-ugalan setelah nekat menerobos jalan saat lampu bangjo masih menyala merah sehingga menyebabkan kecelakaan.

Vonis itu mengemuka dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Sragen, Senin (3/5/2021). Salah satu tokoh asal Gondang, Khoirul Huda yang mengawal sidang tersebut, mengatakan majelis hakim menjatuhkan vonis 3 tahun penjara kepada terdakwa.

Putusan itu setahun lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 4 tahun penjara.

“Ini saya baru pulang dari ngawal persidangan. Putusannya 3 tahun penjara. Dari tuntutan jaksa 4 tahun,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (3/5/2021).

Baca Juga :  Merantau Tak Terurus, Pulang Kampung Malah Tewas Membusuk

Menurutnya, putusan itu bagi keluarga memang dirasa belum memenuhi keadilan. Sebab dari awal tidak ada itikad baik dari pengemudi maupun perwakilan PO bus untuk berempati kepada keluarga korban.

Harapan keluarga setidaknya hukuman bisa sesuai tuntutan JPU. Terlebih, korban yang meninggal adalah mahasiswi yang sudah hampir lulus dan hendak lamaran.

“Kalau ditanya apakah puas atau tidak, keluarga merasa belum puas karena belum sesuai tuntutan jaksa. Apalagi tidak ada itikad baik dari penabrak, juga tidak ada santunan dari si penabrak maupun PO,” urainya.

Huda menyampaikan baru setelah satu bulan pemakaman, perwakilan bus datang ke rumah keluarga dengan membawa kardus isinya mie dan uang 1 juta setelah. Barang-barang itu diserahkan ke keluarga korban.

Rasa sakit keluarga makin bertambah setelah seminggu kemudian pihak perwakilan PO datang.

Baca Juga :  Aji Nugroho, PNS Dishub Sragen yang Tewas Korban Tabrak Lari Tinggalkan 2 Anak. Dimakamkan Besok Jam 11.00 WIB

Saat itu, mereka membawa uang Rp 10 juta dan meminta tanda tangan keluarga untuk damai. Namun permintaan itu tak serta merta diiyakan oleh keluarga dan uang juga tidak diterima.

“Pihak keluarga juga menanyakan apakah uang Rp 10 juta itu pantas nggak menghargai nyawa. Waktu itu jawaban dari PO juga menjawab ya nggak pantas juga. Habis itu uang di bawa pulang lagi habis itu juga tidak ada tindak lanjutnya lagi,” jelasnya.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sragen, Wahyu Wibowo Saputro membenarkan vonis 3 tahun untuk pengemudi Bus Eka tersebut.

Ia juga membenarkan sebelumnya jaksa menuntut 4 tahun penjara. Terkait putusan itu, pihaknya belum menerima laporan apakah keluarga korban menerima atau tidak.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com