JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pakai Slogan Baru Gotong Royong, Bupati Yuni Targetkan Turunkan Kemiskinan Sragen di Angka 9,8. Pemulihan Ekonomi dan Bantuan Modal Bagi UMKM Jadi Prioritas!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan di Sragen hingga angka 9,8 di periode kedua kepemimpinannya bersama Wabup Suroto.

Hal itu disampaikan usai dilantik sebagai Bupati-Wabup Sragen periode 2021-2026, Senin (24/5/2021). Kepada wartawan, Bupati yang akrab disapa Yuni itu mengatakan sudah memetakan beberapa prioritas yang akan digeber di awal kepemimpinannya di periode kedua ini.

Salah satunya pemulihan sektor ekonomi yang dalam dua tahun terakhir terdampak pandemi covid-19. Selain bantuan UMKM, penanganan covid-19 yang komprehensif akan terus digencarkan agar pandemi bisa segera berakhir.

“Tadi saat sambutan, Pak Ganjar berpesan untuk penanganan covid yang komprehensif. Karena tadi di salah satu kabupaten di Kudus ada klaster baru yang sama dengan yang ada di India, sehingga jangan sampai nanti menyebar di Jawa Tengah. Khusus untuk Sragen dan Bupati Demak yang sama-sama dokter dan putri, juga dipesan penanganan covid dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sragen. Pesannya gass poll dan gasnya harus lebih baik,” paparnya ditemui di Pendapa Rumdin Bupati.

Untuk memulihkan ekonomi, Yuni menyebut akan mengalokasikan anggaran di APBD 2022 untuk bantuan modal bagi UMKM. Baik yang masih startup maupun yang sudah terdata di database dinas terkait.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, 9 Warga Sragen Meninggal dan 41 Terpapar Positif. Total Kasus Covid-19 Aktif 1.573 dan 726 Warga Meninggal

Hal itu akan ditunjang dengan database UMKM yang saat ini sudah lebih terpadu dan nanti akan dilakukan penyederhanaan di tingkat OPD.

“Database UMKM akan jadi satu dengan Dinas perdagangan untuk memudahkan koordinasi,” terangnya.

Lebih lanjut, Yuni menjelaskan tidak ada target khusus 100 hari kerja. Ia lebih memilih mengalir saja untuk program kerjanya.

“Kita melanjutkan yang kemarin menyempurnakan yang belum sempurna. Kalau kemarin slogannya Guyub Rukun, sekarang Gotong Royong. Maknanya Guyub Rukun dan Gotong Royong itu perilaku maupun gaya kita peninggalan nenek moyang kita yang selama ada di bangsa Indonesia,” tuturnya.

Namun dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD), pihaknya sudah menyiapkan kerangka program pembangunan yang di-breakdown dari visi misi saat kampanye.

Menurutnya di tahun pertama, kedua dan ketiga program kerjanya sudah di-breakdown satu persatu. Salah satunya tahun depan pelayanan publik berbasis teknologi dan perbaikan perekonomian untuk Sragen.

“Dan Sragen sudah memulai desa desa berbasis internet dan prosesnya sudah jalan. Nah ini harus di-push lagi supaya nanti transaksi di desa non tunainya,” urainya.

Di periode kedua ini, Yuni juga mematok target untuk menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebut sudah menargetkan angka kemiskinan bisa turun dari angka 12 koma sekian saat ini menjadi 9,8.

Baca Juga :  Makin Meledak, Update Covid-19 Sragen Hari Ini Tambah 242 Kasus Positif dan 10 Meninggal Dunia

Dengan kerja keras dan sinergitas semua unsur, ia optimistis target penurunan angka kemiskinan itu bisa terwujud dalam waktu 5 tahun mendatang.

“Semoga bisa terwujudkan. Meski memang kita harus bekerja keras, dan belajar bahwa 5 tahun ini menurunkan satu digit saja, atau koma saja butuh effort sangat luar biasa. Apalagi kondisi kita kembali turun pada saat pandemi ini. Makanya saya kira pemulihan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan jadi fokus kita ke depan,” tandasnya. Wardoyo