JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

13 Desa di Kecamatan Tanon Bakal Gelar Rekrutmen 26 Formasi Perangkat Desa. Siap-Siap yang Ingin Daftar, Saat Ini Sudah Memasuki Pembentukan Panitia!

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 13 desa di Kecamatan Tanon dipastikan akan menggelar pengisian perangkat desa tahun ini.

Saat ini sebagian desa sudah memasuki tahapan pembentukan panitia hingga tinggal mencari pihak ketiga atau LPPM yang akan digandeng sebagai pelaksana ujian.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen, Sutrisna mengatakan sejauh ini, ada 13 desa dari 16 desa di Kecamatan Tanon yang sudah mendapat izin dari bupati untuk menggelar pengisian perangkat desa.

Dari semua desa di kecamatan, ada tiga desa yang tidak melaksanakan yakni Bonagung, Sambiduwur dan Tanon.

Akan tetapi perkembangan terbaru, adanya satu perangkat yang meninggal belum lama ini, membuat Pemdes Tanon dikabarkan juga sudah mengajukan izin untuk menggelar rekrutmen.

Baca Juga :  Seleksi Penjaringan Perangkat Desa di Sragen Mulai Digoyang Rumor Tak Sedap. Beredar Isu Tarif Jadi Hingga Rp 500 Juta, Satgas Saber Pungli Ditantang OTT!

“Sejauh ini yang 13 desa sudah mulai tahapan. Ada yang sudah mengumumkan pendaftaran, kalau Gawan sini baru tahap pembentukan panitia,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (21/6/2021).

Setelah itu, tahapan selanjutnya adalah proses selanjutnya adalah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga atau mencari LPPM.

Dari rembugan sementara yang berkembang di kalangan Kades, ada beberapa yang menghendaki dengan Undip, Unisri, UGM dan lainnya.

“Untuk Undip kita konfirmasi katanya baru proses perpanjangan MoU dengan Pemda. Dari Bagian Pemerintahan informasinya sudah komunikasi dengan Undip untuk perpanjangan MoU,” terangnya.

Sutrisna yang juga Kades Gawan itu menjelaskan sejauh ini, ada tiga LPPM yang masuk usulan untuk dipilih di wilayah Tanon.

Baca Juga :  Batal Jadi Pemenang, Calon Ranking 1 Formasi Sekdes Desa Padas Pilih Tak Hadir Saat Pengumuman Ulang

Untuk rekrutmen kali ini, desa memang diberikan kewenangan penuh untuk memilih pihak ketiga sesuai keinginan.

Meski demikian, untuk satu wilayah kecamatan memang berusaha untuk sebisa mungkin sama agar memudahkan koordinasi.

“Prinsipnya biar mudah koordinasi,” jelasnya.

Ditambahkan, dari 13 desa itu, total ada 26 kekosongan yang akan dibuka. Terdiri dari 12 formasi digelar melalui proses mutasi dan 14 formasi akan dibuka melalui penjaringan dan penyaringan.

“Tahapannya memang mutasi dulu, nanti baru proses penjaringan penyaringan. Ini rata-rata baru pembentukan panitia,” tegasnya. Wardoyo