JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Inspiratif Momentum Kelulusan di SMK Pelita Bangsa Sumberlawang Sragen. Sukses Luluskan 98 Siswa, Semua Wali Murid Malah Diberi Kenang-Kenangan Bibit Pohon Pisang, Maknanya Bikin Trenyuh Siswa!

Kepala SMK Pelita Bangsa Sumberlawang, Andi Kusnanto (tengah berpeci) diapit perwakilan wali murid kelas XII yang hadir di acara kelulusan dan menerima kenang-kenangan bibit pohon pisang, Kamis (3/6/2021) malam. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – SMK Pelita Bangsa Sumberlawang Sragen sukses mengantarkan 98 siswanya meraih kelulusan tahun ajaran 2020/2021.

Menariknya, momen kelulusan yang digelar Kamis (3/6/2021) malam tadi, diwarnai dengan prosesi unik nan menyentuh.

Jika biasanya dari siswa yang memberi kenang-kenangan ke sekolah, kali ini justru sekolah dan yayasan yang memberi kenang-kenangan ke wali murid.

Kenang-kenangan itu berupa satu bibit pohon pisang kepada setiap wali murid. Prosesi pengumuman pun kelulusan digelar relatif sederhana.

Kondisi pandemi menjadi alasan pengumuman digelar tanpa ada perayaan apapun.

Tepat pukul 19.00 WIB, momen pengumuman itu disambut baru dan suka cita dari wali murid yang hadir di salah satu SMK kenamaan di wilayah Sumberlawang tersebut.

Kemudian, perwakilan wali murid, Bapak Slamet kemudian maju ke depan untuk menyampaikan sambutannya dan menerima bibit tanaman pisang secara simbolis dari Kepala SMK Pelita Bangsa, Andi Kusnanto.

Dalam sambutannya, Slamet mengapresiasi dan kagum atas pola pendidikan yang diterapkan di SMK Pelita Bangsa. Ia juga bersyukur 98 siswa bisa lulus semua.

“Semoga SMK Pelita Bangsa tambah maju, sukses selalu dan sangat terkesan dengan pola alur pendidikannya. Termasuk kenang-kenangan diberikan bibit pisang ini, yang mengandung arti sangat dalam. Yang artinya adalah diberikan kail untuk memancing ikan. Di mana kami segenap wali murid wajib lebih kreatif dan inovatif Serta bersemangat dalam mendidiknya setelah selesai lulus SMK Pelita Sumberlawang Sragen. Terimakasih kepada yayasan dan sekolah yang sudah mengantar anak-anak kami bisa lulus,” paparnya sembari terharu.

Tak hanya wali murid, perwakilan siswa yang lulus pun juga terharu bisa merampungkan studi di SMK Pelita Bangsa.

Salah satu siswa, Vina Yogiana mengaku sangat terkesan dengan kenang-kenangan bibit pisang dari sekolah itu. Menurutnya pohon pisang menyimpan makna dalam kehidupan.

“Saya sebagai orang Jawa biar nggak hilang kejawennya dan tetep diuri-uri,” tuturnya.

Vina pun mengaku terkesan tiga tahun menimba ilmu di SMK Pelita Bangsa. Menurutnya sekolah itu telah membentuknya menjadi karakter yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Ini semua karena para guru selalu ada untuk membimbing saya, menunjukkan apa yang benar dan yang salah. Terimakasih untuk Bapak Kepala sekolah Bapak H Andi Kusnanto SE. Terimakasih untuk semua guru yang sudah membimbing saya. Terimakasih untuk SMK Pelita Bangsa,” ujar Vina.

Senada, siswa lainnya, Upik Romadoni asal Wonoharjo, Boyolali juga mengaku sangat berterimakasih kepada SMK Pelita Bangsa yang telah mengantarnya selama tiga tahun menuntut ilmu dan keterampilan.

“Ilmu yang saya pelajari di sekolah ini sangat bermanfaat untuk kehidupan saya. Untuk adik-adik kelas, semangat terus belajarnya, perbanyak praktek dan jalani magang sebaik mungkin. Ingat, hormati selalu guru-guru kalian. Meskipun ada guru yang terkesan galak, itu semua demi kebaikan kalian,” tuturnya.

Sementara, Kepala SMK Pelita Bangsa Sumberlawang, Andi Kusnanto menyampaikan untuk tahun ini, SMK-nya meluluskan sebanyak 98 siswa.

Terdiri dari 35 lulusan jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor dan 63 lulusan didik jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

Ia mengaku bersyukur bisa mengantarkan 98 siswa merampungkan studi dan lulus dengan hasil cukup baik.

“Harapan dari sekolah yaitu Alumni SMK Pelita Bangsa Sumberlawang Sragen Jateng harus lebih dari sekedar siap kerja. Namun lebih dari itu yaitu siap menjadi agen perubahan dan pemimpin-pemimpin perubahan jaman di masa datang,” paparnya.

Sebab dengan pondasi Pendidiknya yaitu Trilogi Pelita Bangsa” (Nasionalis, Religius dan Kerakyatan), ia meyakini asal bisa menyesuaikan dan ounya pengendalian diri yang kuat, para lulusan akan diterima atau membumi di manapun dan kapan pun.

Filosofi Pisang

Soal kenang-kenangan pisang atau “Nandur Gedang”, Andi menyebut pisang itu mengajarkan filosofi kehidupan yang sangat mendalam.

“Sebab sejak lahir sampai mati, masyarakat sangat butuh pisang, dan pohon pisang penuh filosofis sekali, digunakan segenap acara ritual masyarakat,” terangnya.

Kenapa ada kenang-kenangan dari sekolah? Andi pun menyampaikan hal itu sebagai budaya baru untuk mengajarkan prinsip Take and Give atau memberi dan menerima.

Dengan memberi dan menerima maka akan membuat Hidup Penuh Bermakna, seperti nasehat perintis SMK Pelita Bangsa, Bapak Purwoatmodjo dalam buku biografi “Hudup Bermakna”.

“Memberi kenang-kenangan juga tidak wajib mahal seperti artis-artis ibukota atau para “Sultan” atau Crazy Rich. Tapi yang terpenting bermanfaat dan penuh cinta, maka pemberian tersebut akan lebih menyentuh hati sanubari yang menerimanya,” tandasnya. Wardoyo