JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Klaster Lamaran di Gemolong Sragen Tambah 2 Warga Positif. Total Sudah 10 Warga yang Positif Gegara Antar Lamaran ke Luar Daerah

Ilustrasi lamaran pernikahan pengantin. Foto/Pexel
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penyebaran covid-19 dari klaster lamaran di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Sragen terus meluas.

Sebanyak dua warga hari ini, Kamis (10/6/2021) kembali dinyatakan positif terpapar setelah kontak erat dengan warga yang sudah positif sebelumnya.

“Hasil swabnya keluar hari ini. Tambah dua warga lagi yang positif,” papar Kepala Puskesmas Gemolong, dr Endah, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (10/6/2021).

Tambahan dua positif baru itu menambah jumlah warga Brangkal yang positif terpapar dari klaster lamaran.

Sehari seelumnya, hasil pelacakan dari Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), ada 8 warga yang juga menyusul positif setelah sebelumnya sempat mengantar lamaran pengantin ke luar daerah.

Baca Juga :  Duh Gawat, 40 Ibu Hamil di Karanganyar Ketahuan Positif Terkonfirmasi Covid-19. Bagaimana Nasib Bayi dan Persalinannya?

“Jadi lebih mengarah ke klaster lamarannya daripada layatan. Karena sebelumnya, mereka ikut mengantar lamaran pengantin ke salah satu daerah di luar wilayah,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, Rabu (9/6/2021).

Ia menguraikan dari hasil tracing, sebelumnya, warga yang positif itu diketahui sempat ikut pergi iring-iring lamaran. Mereka membawa dua mobil mengantar pengantin untuk lamaran.

Setelah itu, kemudian ada satu warga yakni Bu S (55) yang meninggal dunia dan hasil swab positif terkonfirmasi covid-19.

Baca Juga :  35 Warga Sragen Dinyatakan Terpapar, 4 Masuk Rumah Sakit dan 3 Meninggal dalam Sehari Ini. Total Kasus Positif Sudah 9.139, 7.846 Sembuh dan 590 Warga Meninggal Dunia

Sayangnya, meski jenazah sudah dinyatakan positif, pihak keluarga dikabarkan menolak diantar pakai ambulans RS Kasih Ibu Solo, tempat almarhumah dirawat.

Pihak keluarga menjemput jenazah pakai ambulans sendiri dan kemudian jenazah dimandikan sendiri.

Meski pemakaman dikabarkan dilakukan secara protokol covid-19, proses penjemputan dan pemandian yang dilakukan, sempat memicu spekulasi ditengarai berpotensi penyebaran covid-19.

“Dari keterangan Puskesmas, lebih mengarah ke klaster lamarannya. Bukan layatannya. Kemarin sudah kita lakukan tracing awal, ada 8 yang hasilnya positif. Nanti dilanjutkan tracing lagi dari 8 orang itu,” terang Hargiyanto. Wardoyo