JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Klaster Tenggak Sidoharjo Sragen Meluas, dari 10 Warga Positif, 77 Warga Satu RT Diswab Massal. Sumber Penularan Masih Misteri

ilustrasi covid-19 / pixabay
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus penyebaran kasus covid-19 di Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, berpotensi meledak.

Pasalnya, ada 77 warga satu RT di Dukuh Nyawak yang terlacak kontak erat dengan 10 warga yang hari ini dinyatakan positif terpapar covid-19.

Menurut rencana, swab massal akan digelar Jumat (11/6/2021) besok. Kades Tenggak, Setiyanto mengatakan dari 10 warga yang hasil swabnya positif pada tracing pertama kemarin, sudah dilakukan tracing lanjutan.

Hasilnya, ada 77 warga yang terlacak kontak erat dengan 10 warga tersebut. Menurut rencana, 77 warga itu akan diswab besok pagi.

“Sudah ditracing lanjutan kemarin. Hasilnya ada 77 warga yang kontak erat dan besok akan diswab,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (10/6/2021).

Kades mengungkapkan massifnya kontak erat itu dimungkinkan terjadi karena 10 warga yang positif sebelumnya, memang berasal dari beberapa keluarga.

Sehingga mereka dimungkinkan melakukan kontak erat dengan warga lain di satu RT.

Baca Juga :  Pecah Rekor Lagi Covid-19 Sragen Meledak Tambah 160 Positif Hari Ini. Klaster Keluarga Makin Menggila!

“77 warga itu satu RT di Dukuh yang sama,” jelas Kades.

Perihal sumber awal penularan, Kades belum bisa memastikan. Yang jelas kasus itu bermula dari salah satu warga di dukuh tersebut yang pulang mengantar pamannya ke Jakarta dan kemudian sakit lalu dinyatakan positif saat periksa.

“Belum bisa memastikan. Apakah dapat saat ngantar pamannya ke Jakarta, atau pas makan juga nggak tahu. Karena pamannya yang diantar di Jakarta itu diswab hasilnya negatif,” terangnya.

Data yang dihimpun di lapangan, kasus Covid-19 itu bermula ketika salah satu warga berinisial GL, mengantar pamannya ke Jakarta beberapa hari lalu.

Menurut Setiyanto, GL ke Jakarta bersama tiga orang. Setelah mengantar kemudian sempat singgah untuk makan. Namun makannya di mana ia tidak begitu mengetahui detail informasinya.

“Setelah makan, malamnya langsung sakit. Diperiksakan ke Gemolong, hasilnya positif terkonfirmasi Covid-19,” papar Kades dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (10/6/2021).

Dari kasus itu, kemudian dilakukan tracking kontak erat dengan GL. Hasilnya ada 13 warga yang kontak erat termasuk keluarga GL.

Baca Juga :  Tak Terima Dituding Resahkan Warga, Keluarga Positif Covid-19 Asal Boyolali Akhirnya Buka Suara. Isolasi Mandiri di Gabugan Agar Tidak Nulari Cucu, Sebut Sudah Diijinkan Kelurahan dan Kecamatan

Menurut Kades, dari 13 orang itu, hasil swabnya keluar Rabu (9/6/2021) kemarin. Hasilnya, ada 10 warga yang dinyatakan positif terkonfirmasi. Sepuluh warga yang tertular itu berasal dari beberapa keluarga di satu RT di Dukuh yang sama.

“Yang 9 orang diisolasi di Technopark. Yang satu masih nunggu karena besok anaknya ikut diswab,” terang Kades.

Meski demikian, ia memastikan kondisi para warga yang positif itu dalam keadaan baik alias tanpa gejala klinis. Ia juga memastikan situasi warga lain dan dukuh itu juga masih relatif kondusif.

“Besok rencananya akan diswab warga lain yang kontak erat dengan 10 warga yang positif,” imbuhnya.

Kades menambahkan dirinya sendiri juga saat ini masih menjalani isolasi mandiri di rumah. Sebab besok pagi, ia akan menjalani swab bersama puluhan warga di dukuh tersebut. Wardoyo