JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Penuh Kehangatan, Silaturahmi Tim Sepakbola Mahasiswa Papua PBFC Soloraya di Korem Warastratama. Danrem Berpesan Cari Ilmu dan Kawan Sebanyak-Banyaknya!

Tim PBFC Soloraya saat berpose bersama pembina, Iwan Sis dan Danrem 074/WRT Surakarta, Kolonel INF Deddy Suryadi, Rabu (9/6/2021). Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kesebelasan Papua Bersaudara Football Club (PBFC) Soloraya mendapat kesempatan bersilaturahmi dengan Komandan Korem 074/Warastrama Surakarta, Kolonel Inf Deddy Suryadi, Rabu (9/5/2021) petang.

Dipimpin pembina Iwan Sis, tim sepakbola yang digawangi mahasiswa asal Papua yang kuliah di Soloraya itu diterima dengan hangat oleh pucuk pimpinan Korem 074 tersebut.

Danrem didampingi Kasi Intel Korem 074/WRT, Letkol Kav Erwandarno. Moses Ferdinand Dkk kemudian diterima beraudiensi di ruang jamuan Korem Warastrama.

Sedikitnya 30 pemain sekaligus mahasiswa dari berbagai wilayah di Papua, hadir dalam silaturahmi itu.

Mengawali sambutan, Komandan Korem 074/WRT, Kolonel Inf Deddy Suryadi mengatakan kehadiran tim PBFC ke Korem adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

Menurutnya hal itu menunjukkan bahwa semua adalah bersaudara tanpa ada sekat ras, suku, agama dan lainnya.

“Bagi saya ini sebuah kebanggaan. Ini bukti bahwa kita semua bersaudara. Tuhan memang menciptakan macam- macam. Ada suku Jawa, Bali, Papua dan lainnya. Makanya negara kita namanya NKRI,” papar Danrem.

Danrem menuturkan kita patut bersyukur keragaman yang ada di negeri ini, disatukan oleh para pendahulu. Sebab jika tidak, maka yang terjadi adalah perpecahan dan terpecah belah.

Ia menggambarkan persatuan ibarat tim sepakbola. Seorang pemain terbaik sekalipun tidak akan bisa menang melawan 11 lawan jika hanya sendirian tanpa dukungan pemain lain.

“Tidak ada manusia yang super atau Superman. Saya pun nggak bisa kerja kalau nggak ada bawahan. Saya titip pesan adik-adik datang jauh dari Papua, di sini silakan cari ilmu sebanyak-banyaknya, cari kawan sebanyak-banyaknya. Jangan terpengaruh sama orang-orang yang hanya menghasut,” terang Danrem.

Mantan anggota Paspampres itu juga berpesan di era teknologi digital saat ini, semua bisa berfikir jernih dan menelaah dengan akal sehat terlebih dahulu apabila menerima informasi.

Jika menerima share berita berisi hasutan atau provokasi, diharapkan cek terlebih dahulu ke teman atau yang berwenang.

“Cek ke teman dulu, karena bisa jadi share berita itu dari orang yang mungkin nggak kalian kenal. Jangan terprovokasi info medsos yang nggak bener, nanti yang rugi kita sendiri,” tandas Danrem.

Danrem 074/WRT, Kolonel INF Deddy Suryadi saat menyampaikan sambutan. Foto/Wardoyo

Pembina PBFC, Iwan Sis menyampaikan bahwa PBFC lahir dari keinginan kuat para mahasiswa Papua di berbagai wilayah di Solo sekitarnya untuk memiliki wadah positif.

Kesamaan hobi sepakbola akhirnya menyatukan mereka hingga kemudian dibentuk PBFC yang dilaunching secara resmi Mei 2021 lalu.

“PBFC ini memang lahir untuk menyatukan adik-adik mahasiswa asal Papua yang kuliah di Solo dan sekitarnya yang punya keahlian sepakbola. Awalnya kita bicara akhirnya bersatu dibentuk PBFC Soloraya. Setelah launching, kita juga ikut beberapa Trofeo dan kompetisi,” paparnya yang hadir bersama pembina PBFC lainnya, Nano.

Iwan menyampaikan selain menjaga kekompakan, kehadiran PBFC diharapkan bisa mewadahi dan memajukan bibit-bibit sepakbola asal Papua.

Sehingga mereka diharapkan tidak hanya fokus menimba ilmu di bangku kuliah, tapi juga punya keunggulan di bidang olahraga utamanya sepakbola.

“Sehingga walaupun jauh dari kampung halaman mereka tetap bisa berprestasi baik di olahraga maupun kuliah,” terang Iwan.

Dalam kesempatan itu, mewakili PBFC, Iwan juga mengajukan permohonan agar Danrem bersedia menjadi Pelindung PBFC Soloraya. Permintaan itu disambut hangat dari Danrem.

Sementara, senior PBFC sekaligus Ketua Ikatan Mahasiswa Papua se-Soloraya (IMPASS), Moses Ferdinand Kamer mengaku bangga dan berterimakasih diberi kesempatan untuk mengasah bakat sepakbola melalui PBFC Soloraya.

Menurutnya, PBFC memang dibangun dengan semangat kebersamaan untuk merangkul dan menyatukan mahasiswa berbagai daerah di Papua, Timor Leste hingga NTT yang saat ini kuliah di Solo dan sekitarnya.

“Karena kami orang Papua kalau diberikan perhatian kami akan berikan yang terbaik. Saya sendiri cinta Solo karena damai, ramah dan makanannya juga murah. Dengan PBFC ini, biar adik-adik bisa saling mengenal. Karena kami ada yang datang dari Papua Selatan, Barat, Merauke dan lainnya. Biar ada satu kekeluargaan tanpa memandang dari mana-mana asalnya,” tandasnya. Wardoyo

Berikut Daftar Pemain PBFC dan Mahasiswa Papua yang Hadir:
1) Moses F. Kamer (Senioritas IMPAS /Kapten PBFC Soloraya)
2) Brian Daisin Mahasiswa Papua UNS)
3) Miasel (Mahasiswa Papua UNS)
4) Yulius (Mahasiswa Papua UNS)
5) Aliris (Mahasiswa Papua UNS)
6) Atti (Mahasiswa Papua UNS)
7) Dani (Mahasiswa Papua UNS)
8) Akel (Mahasiswa Papua UNSA)
9) Paka (Mahasiswa Papua)
10) Nahor Mepa (Mahasiswa Papua UNSA)
11) Marcelo (Mahasiswa Papua UNS)
12) Anton (Mahasiswa Papua APN)
13) Viktor (Guru/Pendeta dari NTT)
14) Fispar Senia Yarisetou (Mahasiswa APN Asal Jayapura)
15) Teri Demena (Mahasiswa Papua APN)
16) Kalfin Otto Rumere (Mahasiswa Papua APN)
17) Setp Binu (Mahasiswa Papua)
18) Sammy Asso (Mahasiswa Papua)
19) Kadaun Rumbin (Mahasiswa Papua UNS)
20) Hasan (Mahasiswa Papua UNS)
Sumber: wawancara