JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sragen Berduka, Kasus Covid-19 Pecah Rekor Lagi Tambah 150 Positif Dalam Sehari Ini. Tertinggi Sepanjang Sejarah, Klaster Keluarga Paling Parah!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Sekda Tatag Prabawanto saat mengecek kondisi lokasi isolasi mandiri terpusat di Technopark yang mulai penuh akibat lonjakan pasien covid-19. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus covid-19 atau Corona di Kabupaten Sragen kembali mengganas dengan mencetak rekor baru penambahan 150 kasus positif dalam sehari, Jumat (18/6/2021).

Tambahan 150 kasus positif dalam sehari tadi menjadi catatan terburuk sekaligus penambahan tertinggi dalam sejarah wabah covid-19 di Bumi Sukowati.

Lonjakan fantastis itu memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yakni 146 kasus dalam sehari yang terjadi pada Sabtu (12/6/2021) lalu.

Selain tambahan 150 kasus positif, hari ini ada tiga warga yang dilaporkan meninggal dunia dengan hasil swab positif terkonfirmasi Covid-19.

Fakta itu terungkap dari data update penambahan covid-19 yang dilansir oleh situs resmi gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Sragen Jumat (18/6/2021) petang ini.

Berdasarkan data, ada tambahan 150 kasus positif baru dari 8.496 sebelumnya menjadi 8.646 kasus hari ini. Kemudian ada tambahan tiga kasus meninggal dunia dan 79 pasien sembuh.

Hingga petang ini, jumlah total kasus positif di Sragen tercatat sebanyak 8646, 615 pasien dirawat, 7554 sembuh dan 477 meninggal dunia.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengungkapkan ada tambahan kasus positif sebanyak 150 kasus pada hari ini.

Ia tak menampik tambahan ini menjadi lonjakan tertinggi sejak masa pandemi awal hingga saat ini.

“Hari ini ada tambahan 150 pasien positif dan sebanyak 3 pasien meninggal dunia. Ini menjadi tambahan harian tertinggi yang terjadi di Sragen,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (18/6/2021) petang.

Baca Juga :  Update Covid-19 Sragen Hari Ini, 97 Warga Positif, 198 Sembuh dan 2 Meninggal. Jumlah Warga Dirawat 1.407 dan 743 Warga Meninggal Dunia

Menurutnya, klaster keluarga menjadi penyumbang terbesar lonjakan fantastis yang terjadi hari ini.

Tanpa menyebut secara rinci, tambahan 150 kasus itu tersebar di hampir sebagian besar kecamatan di Sragen. Namun ia memastikan mayoritas pasien baru itu dalam kondisi tanpa gejala sehingga cukup ditangani dengan isolasi mandiri di Technopark Sragen.

“Mayoritas dari klaster keluarga,” terangnya.

Sementara, hingga hari ini jumlah total warga yang meninggal sudah meroket mencapai 580 orang. Dari 580 orang meninggal itu rinciannya 477 positif dan 103 suspect.

Meski mengalami ledakan tertinggi, ia memastikan sejauh ini jumlah pasien positif masih bisa tertampung di Technopark mengingat dalam sehari tadi ada pasien sembuh sebanyak 79 orang.

Atas kondisi itu, Tatag kembali mengimbau masyarakat menaati protokol kesehatan dengan menjaga jarak, aktivitas di rumah, pakai masker, cuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Menurutnya kelonggaran-kelonggaran yang diberikan tak seharusnya membuat masyarakat abai terhadap prokes mengingat ancaman wabah Covid-19 masih mengintai di tengah gelombang varian baru yang sudah merambah Jawa Tengah.

“Sekali lagi, kami memohon semua yuk selalu jaga prokes agar covid-19 segera mereda,” tegasnya.

Lonjakan signifikan kasus covid-19 Sragen ini sebelumnya pernah diingatkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo saat menyambangi Technopark akhir pekan lalu.

Ia yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jateng, Yulianto Prabowo menyebut lonjakan kasus covid-19 cukup tinggi itu salah satunya akibat kelengahan dalam menjaga protokol kesehatan.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Pasien COVID-19 di Sukoharjo yang Sembuh Terus Bertambah Banyak, Saat ini Jumlahnya Mencapai 8.069 Orang

Menurutnya, kisah guru MI Gemolong yang positif terpapar gara-gara lengah buka masker saat selfie bareng adalah bukti bahwa disiplin menjaga protokol kesehatan harus terus dilakukan tanpa boleh lengah sekalipun.

“Selama ini disiplin kita itu sekali saja lengah maka yang sekali itu ternyata masalah. Maka jangan abaikan itu,” katanya.

Yang kedua, penularan covid-19 yang cukup tinggi saat ini dimungkinkan memang dari varian-varian baru covid-19 yang mulai muncul.

Ia mengkhawatirkan tingginya penularan dan angka covid-19 belakangan ini dimungkinkan telah terjadi mutasi virus-virus mutan yang makin ganas.

“Bisa jadi memang varian-varian baru sudah mulai muncul. Artinya kita harus mulai berfikir virus mutan sudah terjadi mutasi dan makin ganas. Itu peringatan. Tapi mudah-mudahan hasil tes kita dari beberapa sampel yang ada,” terangnya. Wardoyo