JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Astagfirullah, Kematian Terus Meroket, Permintaan Peti Jenazah di Sragen Melonjak 400 %. Mirisnya 90 % Untuk Peti Pasien Covid-19, Sampai Rela Rebutan Demi Dapat Barang!

Stok peti jenazah di toko H Royan, Sragen yang belakangan juga kewalahan menerima tingginya permintaan seiring lonjakan kematian pasien Covid-19. Gambar diambil Senin (5/7/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Lonjakan kematian pasien covid-19 di beberapa daerah membuat permintaan peti jenazah melonjak tajam.

Di Sragen permintaan peti jenazah kini meroket hampir 4 kali lipat atau 400 persen dari hari biasa. Bahkan harganya pun mulai mengalami kenaikan.

Pemilik toko penjualan peti jenazah di Sragen Kota, H Royan, mengatakan sudah dua minggu terakhir permintaan peti jenazah mengalami lonjakan tajam.

Jika biasanya sehari hanya ada satu dua, beberapa hari terakhir permintaan peti jenazah bisa mencapai 10 peti per hari. Menurutnya dari 10an peti itu, 90 persen di antaranya untuk pasien positif covid-19.

“Kami sampai kewalahan. Lonjakannya sudah sekitar dua minggu ini. Hampir 90 persen permintaan itu untuk jenazah pasien covid-19. Yang pasien umum paling hanya satu dua saja,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (5/7/2021).

Baca Juga :  Viral di Medsos Ada UFO di Atas Merapi, Apakah Benar UFO?

Ia menuturkan selain melayani masyarakat umum, pihaknya juga digandeng untuk menyediakan kebutuhan peti jenazah dari pihak RSUD Sragen.

Saking tingginya angka kematian, mulai besok pagi, pihak rumah sakit meminta menyediakan minimal 5 peti setiap hari. Untuk memenuhi permintaan, Haji Royan mengaku setiap pagi rela antre di perusahaan produsen peti di Solo.

Ia bersama putranya berangkat dari Sragen pukul 05.00 WIB agar bisa mendapat barang. Itu pun kadang hanya mendapat 5 sampai 8 peti saja.

Selebihnya ia harus mencari tambahan ke perajin di daerah salah satunya di wilayah Brumbung, Tanon.

Baca Juga :  Punya 50.000 Warga, PSHT Sragen Tegaskan Tak Berafiliasi Politik Tapi Siap Sukseskan Pemilu 2024

Menurutnya tingginya kebutuhan peti itu bahkan membuat penjual seperti dirinya terkadang sampai harus rebutan dengan penjual dari daerah lain hanya demi bisa mendapat barang.

“Kalau nggak antri dan nongkrong di depan perusahaan, nggak bakalan dapat Mas. Ini semua se-Soloraya kekurangan peti. Lha dari Semarang, Pati, Jogja semua nyarinya ke Solo. Makanya ini pada kewalahan,” terangnya.

Tingginya permintaan membuat harga juga mengikuti. Royan menuturkan untuk satu peti jenazah lengkap dengan perangkatnya, saat ini ia jual dengan harga Rp 1,5 juta.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com