JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Berita dan Info COVID-19 Membosankan Hingga Mulai Dijauhi , Katanya Bikin Imun Drop dan Justru Memicu Kepanikan

Salah satu kampanye menyetop untuk mengakses berita dan informasi COVID-19 yang banyak beredar di media sosial. Istimewa


WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebagian warga Kota Mete Wonogiri saat ini menganggap berita dan informasi seputar perkembangan COVID-19 membosankan. Mereka kemudian mulai menjauhi berita dan informasi tersebut.

Mereka menganggap informasi yang terbaca justru membuat tidak tenang, dan memicu kepanikan. Muaranya menurut penuturan warga, imun tubuh menjadi drop. Hal yang sangat bertolak belakang dengan upaya membentengi diri dari badai pandemi COVID-19.

Bahkan warga berkampanye untuk menjauhi berita dan informasi seputar COVID-19. Bisa dilihat dari sejumlah grup media sosial yang menyertakan ajakan kekompakan menyetop upload informasi COVID-19.

“Iya, berita maupun informasi yang beredar tentang perkembangan COVID-19 membosankan. Entah itu dari media massa, website resmi atau informasi di media sosial. Karena isinya hanya seputar penambahan kasus, lonjakan tingkat kematian, atau rumah sakit yang menolak pasien,” ujar salah satu warga Wonogiri, Fitri, Jumat (16/7/2021).

Menurut dia, berita tersebut justru membuat kepanikan, menjadikan pikiran dan hati tidak tenang. Menggambarkan situasi dan kondisi yang mencekam dan hal negatif lainnya.

Warga lainnya, Sriyani mengaku kini menghindari mengakses berita dan informasi COVID-19. Dia lebih memilih berita yang memunculkan semangat dan kebaikan. Misalnya peluang usaha, aneka resep masakan, atau tips-tips ringan.

Baca Juga :  Ini Penyebab Gadis Yatim Piatu Tidak Jadi Diisolasi di Fasilitas Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Wonogiri, Warga Sebut Terlalu Dekat dengan Pemukiman

“Memang berita berdasarkan fakta. Tapi soal perkembangan COVID-19 bikin imun turun, Mas,” beber Sri.

Eko, penduduk lainnya menyebutkan, tetap mengakses berita dan informasi yang menyejukkan seputar Corona. Misalnya penambahan tingkat kesembuhan atau informasi vaksin gratis.

“Yang dihindari ya berita lonjakan kasus itu. Kalau berita tingkat kesembuhan atau informasi mengenai vaksinasi tetap dibaca karena menaikkan imun,” jelas Eko.

Sementara, Ikhsan menuturkan berita dan informasi terkini seputar penanganan COVID-19 memang memiliki sejumlah manfaat. Seperti mengedukasi masyarakat bahwa pandemi masih berlanjut serta mengajak untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Hanya saja, jika setiap saat edukasi itu diberikan justru membuat ketakutan. Apalagi ketika dilakukan berulang-ulang.

“Bayangkan setiap buka hp, lihat televisi, yang ada ya soal COVID-19, soal lonjakan kasus atau kematian. Akhrinya bikin bosan meskipun yang disampaikan itu fakta,” sebut Ikhsan.

Baca Juga :  Update, Wonogiri Masuk Level 4 dan Sudah Boleh Makan di Tempat Saat Jajan di Warung Loh Lur

Pria berperawakan sedang ini menerangkan, masyarakat sudah tahu bahwa pandemi masih berlanjut. Tidak hanya melalui berita atau informasi, namun hal itu bisa diketahui dari berseliwerannya ambulan dan kendaraan tim razia disiplin penerapan protokol kesehatan.

“Kalau setiap saat dijejali seputar lonjakan kasus, kematian, siapa yang tidak drop imunnya. Lebih baik kasih informasi mengenai kapan cairnya bantuan, kapan vaksinasi masif dilakukan, begitu,” pinta dia. Aris