JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Luhut Bilang Opsi Perpanjangan PPKM Darurat Masih Belum Pasti

Luhut Binsar Panjaitan / tribunnews


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Meski penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia cukup tinggi belakangan ini, namun opsi perpanjangan PPKM Darurat masih dipertimbangkan matang-matang untuk sebelum diambil.

Pasalnya, perpanjangan PPKM Darurat akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Karena itulah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus koordinator PPKM darurat, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku belum bisa memastikan rencana perpanjangan PPKM Darurat tersebut.

Hal itu disampaikan Luhut dalam  konferensi pers mengenai kondisi terkini PPKM darurat yang dilakukan sejak 3 Juli lalu. Konferensi dilakukan melalui kanal youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Kamis (15/7/2021).

Ia menanggapi soal kasus harian covid-19 yang terus meningkat, hingga kemarin Indonesia mencatat kasus harian tertinggi sebanyak 54.517 kasus. Menurutnya peningkatan kasus ini disebabkan oleh covid-19 varian delta.

“Peningkatan kasus covid-19 saat ini didominasi varian delta. Hampir semua sekarang di Jawa ini dikontrol oleh varian delta, di mana varian delta ini (berdasarkan yang saya baca) 6 kali (penyebarannya) lebih cepat dari varian alfa,” tegasnya, seperti dilansir dari Tribunnews.

Luhut menegaskan bahwa varian delta ini cukup sulit untuk dikendalikan. Ia menjelaskan bahwa bukan hanya Indonesia, varian ini juga tengah dialami oleh beberapa negara di dunia seperti Inggris, Belanda, Malaysia, Rusia, Thailand, Amerika, serta Israel.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Presiden Jokowi Putuskan Perpanjang PPKM Level 4 Hingga 2 Agustus

Luhut mengakui, menurut perkiraannya kenaikan kasus memang masih akan terjadi. Luhut berharap kenaikan kasus tidak sampai angka 100 ribu.

Untuk mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi, mulai bulan Juli ini pemerintah menargetkan akan melakukan vaksinasi rata-rata 1 juta per hari.

“Indonesia telah mengamankan stok vaksin sebesar 480,7 juta. Jadi kita bassicaly nggak ada masalah,” ujarnya.

Pemerintah juga tengah melakukan penambahan kapasitas tempat tidur rumah sakit, pembukaan rumah sakit lapangan/darurat untuk perawatan isolasi dan intensif utamanya di Provinsi atau Kabupaten Kota, dan penambahan rumah sakit khusus untuk merawat pasien covid-19.

Selain itu, pemerintah juga akan menambah jumlah tenaga kesehatan yaitu dokter dan perawat yang sudah dalam masa akhir pendidikan.

Baca Juga :  Atlet Angkat Besi Windy Cantika Aisah Raih Medali Perunggu Angkat Besi Olimpiade Tokyo 2020. Jadi Medali Pertama, Indonesia di Peringkat 8 Klasemen

Ia menambahkan bahwa kini pemerintah menyadari bahwa penanganan dini pada pasien covid-19 gejala ringan sangat penting.

Karenanya atas perintah Presiden Jokowi, pemerintah akan meluncurkan obat gratis bagi pasien covid bergejala ringan.

“Presiden sudah minta pembagian obat gratis (pada pasien gejala ringan dan OTG) kita akan luncurkan hari ini sebanyak 300 ribu boks,” pungkasnya. Harum Ika Praningrum