JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Gerakan Minggu di Rumah Saja Dipadukan Penyekatan 23 Titik, Boyolali Menjadi Kota Mati

Jalan masuk Komplek Setda Boyolali Terpadu ditutup / Foto: Waskita


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Kondisi Boyolali menjadi seperti kota sepi ibarat mati, sebagai imbas dari Gerakan Minggu di Rumah Saja, pada Minggu (11/7/2021).

Suasana sepi tersebut masih ditambah dengan dengan adanya penyekatan jalan di 23 titik di Boyolali.

Dari pantauan, kesadaran masyarakat terkait gerakan tersebut semakin bagus. Pasar, toko dan warung- warung ditutup. Seperti terlihat di kawasan Pengging, Kecamatan Banyudono. Tak terlihat adanya masyarakat yang olahraga sepeda santai.

Alun-alun Pengging yang biasanya ramai pengunjung pun juga terlihat sepi. Kawasan tersebut biasanya selalu ramai, apalagi tempat itu juga digunakan para pedagang makanan untuk mengais rezeki.

Boyolali Kota pun kondisinya sama, sepi. Apalagi Polres Boyolali dan jajaran terkait telah menutup jalan di 23 titik di wilayah Boyolali Kota. Dimulai dari sisi timur di pertigaan Randusari, Kecamatan Teras.

Baca Juga :  Kecamatan Ngemplak, Boyolali Jadi Percontohan Integrated Farming. Dongkrak Pendapatan Petani

Pengguna jalan yang akan menuju Semarang dialihkan lewat Jalan Randusari kemudian menyisir ke barat hingga Jalan Lingkar Selatan.

Sedangkan pengguna jalan dari arah Semarang langsung dibelokkan ke Jalan Lingkar Utara. Praktis kondisi kota sepi.

“Ternyata kota juga bisa sepi ya,” ujar seorang warga, Anto (50).

Terpisah, Bupati Boyolali, M Said Hidayat mengapresiasi ketaatan  masyarakat mematuhi Gerakan Boyolali Minggu di Rumah Saja. Gerakan tersebut diberlakukan pada Minggu 27 Juni; 4, 11 dan 18 Juli mendatang.

“Ini dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang pada gilirannya mengurangi penyebaran Covid-19. Lebih baik tetap di rumah saja bila tidak ada keperluan yang memang benar- benar penting,” ujarnya. Waskita