JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Jangan Kenakan Masker Dobel Pada Anak-anak! Begini Penjelasan Dokter

ilustrasi masker anak / pixabay

JAKARTA JOGLOSEMARNEWS.COM Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia menyebabkan dianjurkannya penggunaan masker dobel.

Masker dobel yang dimaksud adalah masker bedah yang dilapisi dengan masker kain. Namun, anjuran itu tidak disarankan bagi anak-anak.

Juru Bicara Pemerintah mengenai Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro menjelaskan bahwa masker dobel sangat tidak efektif digunakan anak-anak.

Di  kondisi seperti sekarang penyebaran virus covid-19 sangat cepat, sehingga ia mengimbau kepada orangtua buah hati agar tetap berada di rumah saja.

“Sebenarnya tidak disarankan double masker untuk anak. Laju penularan sekarang lagi tinggi-tingginya. Jadi, jangan dibawa keluar. Tetap di rumah saja,” ujar Dokter Reisa dalam sebuah webinar kesehatan, Selasa (20/7/2021) dikutip dari republika.co.id.

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus Covid-19 pada anak mencapai 12,5 persen. Yang artinya, satu dari delapan  orang yang terpapar Covid-19 adalah anak-anak.

Anggapan bahwa anak-anak lebih kebal terhadap Covid-19 dibanding orang dewasa itu juga salah. Pasalnya, ini menjadi salah satu pemicu banyak anak yang tanpa sadar terinfeksi virus Corona.

Hingga saat ini anak-anak masih rentan terkena virus Covid-19. Terlebih saat ini banyak varian virus baru yang masuk ke Indonesia.

Alasan lainnya anak tidak disarankan menggunakan masker dobel, adalah takut jika si anak merasa susah bernafas.

Baca Juga :  Waspada! Anak Muda Rentan Juga Terkena Diabetes, Lho. Ini Cara Menghindarinya

Sesekali boleh untuk diajak keluar jika anak merasa bosan, tetapi tetap patuhi protokol kesehatan dan yang paling utama menggunakan masker.

Yang paling penting adalah pastikan tempat untuk bermain anak sepi dan telah menerapkan standar protokol kesehatan.

Pastikan anak merasa nyaman, jika memang tempatnya benar-benar sepi boleh hanya menggunakan satu masker.

Jika tempatnya ramai usahakan jangan berkerumun dan membiarkan anak bermain sendirian.

“Kalau bosan, diajak ke tempat yang memang kosong, tidak ada orang, outdoor activity, hanya ada keluarga. Masih bisa dengan satu masker saja,” tutur dokter.

Dokter yang memiliki paras cantik ini juga tidak menyarankan untuk melakukan vaksinasi pada anak saat PPKM seperti sekarang karena pasti terjadi kerumunan. Sebaiknya vaksin anak dilakukan setelah selesainya aturan PPKM Darurat serta menunggu laju penularannya menurun secara signifikan agar dapat melanjutkan vaksinasi kepada anak secara penuh.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya jika orangtua berpergian tidak perlu membawa buah hati mereka. Lebih baik mereka ditinggal di rumah untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.

Jika orangtua pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-hari sebaiknya anak tetap berada di rumah saja. Jika memang mendesak harus dibawa, pastikan anak tetap menggunakan proteksi dua masker.

Baca Juga :  Apa Makna CT Value dalam Tes PCR Covid-19? Berikut Penjelasannya

Lapis pertama masker medis ukuran anak dan lapis kedua masker kain untuk anak. Orangtua tentu harus memastikan bahwa masker yang anak kenakan nyaman bagi dia.

Selain itu, untuk menunjang kesehatan anak orangtua memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak. Pemberian gizi tersebut agar anak memiliki imun yang kuat serta terhindar dari virus covid-19.

Pemberian makan yang bergizi serta air mineral yang cukup menjadi kunci utama kuatnya daya tubuh kecil si anak. Olahraga ringan di rumah juga diperlukan jika si anak mau.

Dengan pemenuhan gizi yang cukup dari orangtua menyebabkan tumbuh kembang anak memiliki metabolisme yang baik. Inasya Salma Nabila