JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kasus Covid-19 Makin Meroket, Rektor UMS Ajak Tingkatkan Qiyamul Lail

Ilustrasi grafik kasus Covid-19. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seiring dengan semakin meroketnya kasus covid-19 di hampir seluruh wilayah di Jawa Tengah termasuk Soloraya, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Sofyan Anif mengajak kepada seluruh civitas akademika UMS untuk meningkatkan Ikhtiar dalam menghadapi Covid 19 salah satunya dengan Qiyamul Lail dan Tadarus Al-Qur’an.

Sofyan Anif mengatakan, pandemi bisa dijadikan sebagai musibah bagi umat manusia atau ujian dan atau azab yang diberikan Allah kepada umatNya.

“Sehingga kita sebagai umat Islam perlu melakukan perubahan, perlu melakukan muhasabah. Kita perlu terus berikhtiar, baik ikhtiar lahiriyah ataupun batiniyah, yaitu selain menaati protokol kesehatan juga menguatkan kedekatan diri kepada Allah SWT salah satunya dengan Qiyamul Lail dan Tadarus Al-Qur’an,” paparnya, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga :  Setelah Vaksinasi Covid-19, Bagaimana Wacana PTM di UNS? Ini Penjelasan Rektor

Sofyan Anif memberikan gambaran dampak baik dari kebiasaan Qiyamul Lail dan Tadarus Al-Qur’an, mengutip dalam QS. Al-Isra’ ayat 79 dan Az-Zariyat ayat 15-18. Dimana keuntungan bagi yang membiasakan Qiyamul Lail adalah di angkatnya derajatnya oleh Allah SWT, diberikan kebaikan hidup dan dijamin masuk surga, dan dengan Tadarus Al-Qur’an dapat menjadi obat bagi penyakit hati.

“Mengutip sebuah penelitian, orang yang sering menjalankan Qiyamul Lail jiwanya akan menjadi kokoh, tidak mudah cemas dan takut serta hatinya menjadi tenang. Inilah yang akan menjadi kekuatan besar bukan hanya dalam menangani Covid 19 namun juga dalam menghadapi kehidupan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sofyan Anif mengaku akan mengembangkan masyarakat kampus sebagai masyarakat yang baldatun toyyibatun.

Baca Juga :  Innalillahi Usai Idul Adha, 10 Warga Sragen Meninggal dan 75 Orang Positif Terpapar Hari Ini

“Kegiatan ini akan dilakukan rutin setiap Jumat dinihari oleh semua civitas akademika UMS,” pungkasnya. Prihatsari