JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mendadak Minta Maaf, Satpol PP Karanganyar Sampai Rela Urunan Beli 200 Nasi Bungkus untuk Dibagi ke Pedagang. Pedagangnya Malah Bilang: Kalau Boleh Jualan, Corona Pasti Pergi!

Aparat Satpol PP Karanganyar saat membagikan nasi bungkus ke pedagang. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Aparat Satpol PP Karanganyar mendadak menyampaikan permintaan maaf kepada warga Karanganyar.

Permintaan maaf diungkapkan sembari membagikan 200 nasi bungkus ke kalangan terdampak PPKM darurat Jawa-Bali di ruas jalan protokol di Kabupaten Karanganyar.

Permintaan maaf itu disampaikan atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelaku usaha akibat pembatasan dan penutupan jalan dampak PPKM Darurat.

“Ini inisiatif rekan-rekan yang bertugas di lapangan. Mereka seakan ikut merasakan kesulitan para PKL, lalu iuran. Dari uang pribadi anggota yang terkumpul, dibelikan nasi bungkus. Kemudian dibagikan ke mereka yang menggantungkan penghasilan di jalanan,” kata Kepala Satpol PP Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, Jumat (16/7/2021).

Dari markas yang tak jauh dari ruas Jl Lawu, aparat Satpol PP berjalan kaki ke sana. Lalu berlanjut dengan menaiki mobil dinas dari simpang empat Papahan ke simpang lima Tegalgede.

Baca Juga :  Nekat Pasang Meja Jualan, 28 Pedagang Pasar Bulakamba dan Warga Tanpa Masker Langsung Disidang Hakim

Rombongan membagikan nasi bungkus itu ke pengayuh becak, jasa tambal ban, juru parkir, sampai pengais rezeki jalanan.

Di tiap orang yang diberi, anggota Satpol PP meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan mereka akibat tindakan aparat.

Mereka menunjukkan secarik kertas tertulis ‘Terima kasih pengorbanannya untuk PPKM Darurat. Mohon maaf atas ketentuan PPKM Darurat’.

“Semaksimal mungkin kami menjalankan tugas dengan santun. Begitu berat harus melihat saudara sendiri menutup usaha, menunda jualan dan tidak bisa mencari nafkah karena jalan ditutup. Kami pun tidak bermaksud jahat. Ini semua karena tugas. Semoga semua memahami,” ujar Yophie..

Bagi-bagi nasi bungkus oleh Satpol PP direspon positif warga sekitar.

Di sela perbincangannya dengan anggota, seorang PKL penjual camilan, Kirdi (50) menanyakan sampai kapan penutupan Jl Lawu berlangsung.

Baca Juga :  Pengumuman, Warga Karanganyar Yang Mau Nikah Diminta Menunda Dulu Setelah PPKM Selesai. Ini Masalahnya!

Kirdi mengaku omzetnya menurun drastis. Tidak sedikit teman-temannya memilih libur jualan.

“Kapan pak jalanan dibuka lagi? Kalau semua bisa jualan, pasti corona pergi,” ujar Kirdi. Wardoyo