JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ogah Semprot-Semprot PKL Pakai Water Canon, Bupati Karanganyar Klaim Penegakan Aturan PPKM Darurat Belum Ada Protes, Benarkah?

Dengan mobil water canon, petugas menyemprotkan cairan desinfektan untuk mengusir Covid-19 di Solo. Foto: dok

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Karanganyar mengklaim penegakan disiplin selama PPKM Darurat tidak perlu dengan cara kekerasan.

Sebaliknya pendekatan secara persuasif dan dialog dinilai terbukti berhasil mengajak para pelaku usaha mematuhi pembatasan aktivitasnya di masa PPKM darurat, 3-20 Juli 2021.

“Sampai sejauh ini belum ada protes dari pelaku usaha. Saya sangat memuji Satpol PP Karanganyar yang sangat santun. Itu semua dari komunikasi yang terjalin baik,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono di kantornya, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga :  Peduli Kelestarian Pangan, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo Gagas Perda Pertanian Organik

Bupati mengatakan tindakan aparat Satpol PP dengan kekerasan agar menundukkan masyarakat, menurutnya bukan cara bijak.

Dampaknya menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Selain itu, merugikan warga secara fisik maupun mental.

“Pakai disemprot-semprot (mobil water cannon menyemprot air ke PKL) itu enggak baik,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ratusan Truk Proyek Bikin Jalan Rusak, Warga Karanganyar Blokade Jalur Waduk Gondang

Ia memastikan tindakan kekerasan aparat Satpol PP tidak akan terjadi di wilayahnya. Ia mengingatkan personel supaya memberi edukasi, alih-alih adu ngotot.

Masing-masing personel juga perlu berwawasan luas agar lebih bijak menangani situasi. Sangat dianjurkan membuka komunikasi antar personal ke warga tanpa perlu mengumbarnya di ranah publik.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com