JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pembongkaran Kios Kafe Letong Sragen Diprotes. Pemilik Kios Kecewa Ada Perusakan

Kondisi kios di kafe letong pasca pembongkaran. Foto/Wardoyo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pembongkaran kios kafe letong di kompleks Pasar Hewan Nglangon Sragen menuai protes dari pemilik.

Mereka menyayangkan pembongkaran yang dilakukan aparat dengan menggempur bangunan dan melepas pintu secara paksa.

Protes itu dilontarkan salah satu pemilik kios, Duto Sosial Ismanto. Ketua Paguyuban Lembu Mas yang punya satu kios itu menyesalkan pembongkaran oleh aparat yang cenderung merusak itu.

“Dulu ditutup seperti ini juga perintah Pak Lurah Pasar. Karena dulu waktu masih bentuk los, barang sering hilang. Ada 7 karung pakan yang hilang, termos isi bibit sapi juga hilang. Mau ditutup kami nggak masalah, tapi jangan ada perusakan seperti ini. Nanti malah jadi masalah. Kasihan nanti kalau digempur akhirnya pintu nggak bisa dipakai lagi,” paparnya kepada wartawan di sela pembongkaran.

Duto mengaku tak mempersoalkan seandainya kafe ditutup dan dikembalikan ke fungsi semula sebagai los.

Namun jika diharuskan terbuka, maka harus ada petugas pengamanan yang setiap hari menjaga kios. Hal itu untuk mengantisipasi pencurian yang dulu sering dialami kios sewaktu masih dalam bentuk los terbuka.

“Kalau wujudnya los tiap hari harus ada satpam. Dulu ditutup juga karena perintah Pak Lurah Pasar. Lurahnya sampai ganti 2 kali juga nggak seperti ini,” urainya.

Baca Juga :  Sejarah, Pengusaha Beras Asal Desa Toyogo Sragen Dapat Kontrak Kementerian untuk Ekspor 1000 Ton Beras ke Arab Saudi

Ditambahkan, dirinya punya satu kios di kompleks tersebut. Kiosnya dulu sempat disewakan ke orang lain. Sepengetahuannya meski dibuka kafe-kafe, selama ini belum pernah ada indikasi digunakan mengarah mesum.

Pantauan di lapangan, pembongkaran melibatkan puluhan aparat Satpol PP bersama Polres, Kodim dan PM. Pembongkaran dilakukan mulai pukul 08.00 WIB.

Puluhan petugas membongkar pintu dan penutup kios dengan martil dan rencananya nanti juga bakal diturunkan alat berat. Dari 47 kios, ada 2 yang belum bisa dibongkar karena pintunya dari besi.

Pembongkaran dihadiri langsung Sekda Sragen, Tatag Prabawanto. Ia mengatakan pembongkaran terpaksa dilakukan lantaran 3 kali surat peringatan yang diberikan kepada penyewa kios untuk membongkar sendiri, ternyata tak kunjung diindahkan.

Menurutnya, kios-kios itu dibongkar untuk dikembalikan lagi ke fungsi awal dan peruntukkannya. Yakni sebagai los atau kios untuk menunjang Pasar Hewan.

“Tidak untuk tempat hiburan dan tempat karaoke. Mau dipakai dodol sego nggak papa. Jualan obat hewan ya obat hewan. Asal bukan untuk jualan miras dan karaoke dan bukan untuk hiburan malam. Sehingga kami ingin kembalikan fungsi kios ini. Ada 47 kios yang kita bongkar,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (14/7/2021).

Baca Juga :  Warga Desa Tanggan Sragen Mengaku Kecewa Berat 5 Tahun Hanya Di-PHP

Selain itu, pembongkaran juga dilakukan karena di masa pandemi ini, ada salah satu pemilik kios yang meninggal terkena Covid-19.

Menurutnya hal itu harus menjadi keprihatinan bersama. Sekda menegaskan pembongkaran dilakukan semata-mata untuk mengembalikan fungsi kios sebagaimana awal dibangun.

“Pokoknya hari ini dibongkar agar kiosnya nggak tertutup. Harus terbuka. Mau dibikin kios lagi nggak ada masalah, cuma hari terbuka. Tidak bentuk kamar-kamar seperti ini,” kata dia.

Sekda menyampaikan tidak ada ganti rugi kepada pemilik kios atau penyewa. Sebab kios itu menempati lahan milik Pemkab dan mereka hanya menyewa dengan status hak guna pakai. Wardoyo