JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perhatian, Semua Pegawai Kemenag hingga Penyuluh di Sragen Dilarang Jadi Khatib Salat Idul Adha. Semua Diminta Salat di Rumah dan Jadi Contoh Masyarakat!

Hanif Hanani. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Hanif Hanani melarang semua pegawai PNS, non PNS hingga penyuluh untuk tidak terlibat panitia dan salat Idul Adha di rumah saja.

Mereka juga diimbau untuk tidak menjadi khatib maupun imam apabila ada yang mengundang untuk Salat Idul Adha berjamaah.

Imbauan itu mengimbangi seruan untuk masyarakat agar meniadakan salat Idul Adha berjamaah dan diganti salat Idul Adha di rumah masing-masing.

Imbauan itu dilontarkan menyusul kondisi PPKM Darurat dan imbauan pemerintah untuk meniadakan aktivitas salat Idul Adha berjamaah.

“Himbauan sudah kita sosialisasikan. Bahkan sebelum ada imbauan Kemenag Jateng, kita sudah menyampaikan ke semua pegawai baik PNS maupun non PNS agar sementara salat jamaah di rumah saja. Karena PNS harus menjadi contoh bagi masyarakat karena sudah ada aturannya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (17/7/2021).

Hanif menegaskan bahkan para pegawai dan semua jajaran di bawah naungan Kemenag, sudah diimbau untuk tidak menjadi imam maupun khatib Idul Adha.

Baca Juga :  Beredar Ajakan Aksi Demo Serentak 24 Juli Besok di Semarang dan Beberapa Daerah, Polri Ancam Amankan Bila Ganggu Ketertiban. Disarankan Demo Online Saja, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

Imbauan itu berlaku sampai selesainya PPKM darurat. Hal itu disampaikan karena selama ini banyak pegawai dan jajaran Kemenag yang biasanya diminta menjadi khatib Salat Ied.

“Kan biasanya khatib-khatib banyak dari pegawai kita yang diminta. Sementara kami minta harus berhenti dulu sampai PPKM berakhir,” terangnya.

Disinggung sanksi apabila ada PNS yang nekat salat jamaah atau jadi khatib, Hanif menyebut kalau ada yang nekat mungkin akan ada sanksi disiplin. Hanya saja ia sangat berharap tidak ada yang nekat mengabaikan karena semua sudah ada aturan jelas dan tegas.

“Himbauan kami manut aturan dulu, agar cepat keluar dari covid ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Jateng, Mustain Ahmad menyerukan seluruh jajarannya, baik ASN dan non ASN, guru ASN dan non ASN, penyuluh ASN dan non ASN, termasuk keluarganya untuk tidak menjadi panitia, tidak menjadi penyelenggara salat Idul Adha.

Baca Juga :  Kejutan di Balik Booming Ivermectin sebagai Obat Ampuh Penyembuh Covid-19. ICW Endus Ada Indikasi Keruk Keuntungan di Masa Pandemi, Ini Jejaring yang Diduga Terlibat!

Kemudian tidak menjadi khatib, tidak menjadi imam, dan tidak menjadi jamaah dalam shalat Idul Adha.

“Sudah terlalu banyak korban. Kapasitas rumah sakit juga sudah penuh. Maka harus ada tindakan ekstra,” terang Mustain Ahmad dalam video imbauannya. Wardoyo