JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Sedang Ayik Cari Rumput Pakan Ternak, Nenek Mraje Dianiaya Hingga Meregang Nyawa

Polisi melakukan olah TKP penganiayaan nenek Mraje / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo digegerkan kasus penganiayaan yang berujung kematian seorang nenek, pada Sabtu (17/7/2021).

Korban adalah Mraje (65), nenek asal Dukuh Temon Rejo RT 1 RW 6, Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo.

Dia menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal saat mencari rumput di areal ladang Dukuh Kebonrejo RT 1 RW 6, Desa Tambak pada pukul 10.00. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Pandan Arang (RSUPA), namun jiwanya tidak tertolong.

“Korban meninggal pada pukul 14.00,” ujar Kapolsek Mojosongo, AKP Joko Winarno.

Dijelaskan, kejadian bermula korban berprofesi sebagai petani ini hendak mencari rumput untuk pakan ternaknya. Korban mencari rumput di ladang yang terletak di Dukuh Kebonrejo RT 1 RW 6, Desa Tambak. Sekitar pukul 10.30 terdengar teriakan korban minta tolong.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Covid-19 Melonjak, Pengusaha di Boyolali Ini Kewalahan Penuhi Pesanan APD

Warga pun kaget mendengar teriakan tersebut dan segera berlari kea rah tempat kejadian perkara (TKP) atau lokasi kejadian. Ternyata, didapati  korban sudah tergeletak bersimbah darah.

“Namun, melihat kondisi korban yang seperti itu, warga tidak berani langsung meminta tolong warga lainnya,” tambahnya.

Sejumlah warga kemudian berdatangan ke TKP dan langsung membawa korban ke RSUPA Boyolali guna mendapatkan pertolongan.

Sayang, jiwanya tidak tertolong. Korban menderita luka ditiga bagian. Yakni dipelipis kanan, dibelakang telinga sebelah kiri, serta luka sayatan ditangan kiri.

“Namun demikian, kami belum bisa menyimpulkan apakah luka tersebut merupakan luka sayatan semua atau juga luka benda tumpul. Jenazah korban masih diotopsi.”

Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi. Selain itu juga melakukan penyelidikan di TKP guna mencari barang bukti.

Baca Juga :  Disurvei Kementerian PUPR, RSDC Asrama Haji Donohudan Siap dalam  Tiga Minggu

“Lokasi penganiayaan berada dipematang areal ladang, serta belum ditemukan barang bukti yang mengarah ke pelaku penganiayaan. Kami masih terus meminta keterangan dari masyarakat sekitar,” ujarnya. Waskita