JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Waduh! Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Ngipang Solo, Keluarga Tolak Pemakaman Prokes dan Ancam Nakes

Suasana RSUD Ngipang Surakarta. Foto: JSNews/ Prabowo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Kejadian kurang mengenakkan dialami tim medis dan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Surakarta atau RSUD Ngipang, Kamis (22/7/2021) siang.

Salah satu keluarga dari pasien Covid-19 meninggal dunia berinisal KRY (36), warga Komplang RT/RW 01, Kadipiro, Banjarsari menolak pemakaman dengan menggunakan protokol Covid-19 pada siang itu. Suami pasien berinisial JS (38) malah sempat memberikan ancaman kepada nakes.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pasien sebelumnya sudah mendapat perawatan di ruang ICU Covid di RSUD Kota Surakarta selama empat hari.

Direktur RSUD Surakarta, dr. Niken Yuliani Untari saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Jadi ada dua orang dokter di bidang anestesi, satu orang bidan, dan satu orang perawat. Mereka mendapat ancaman secara verbal saat hendak memulasarakan jenazah secara protokol kesehatan,” kata Niken.

Baca Juga :  Solo Berpotensi Kehilangan PAD 2 Miliar dari Retribusi Pasar Selama PPKM Darurat

Dia menjelaskan, karena sang suami tetap menolak, pihaknya kemudian meminta suami pasien yang sempat mengancam dokter RSUD Ngipang untuk menandatangi surat pernyataan menolak pemakaman dengan prokes.

“Padahal sejak awal suaminya itu tahu kalau istrinya meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19,” papar Niken kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Sementara dari informasi yang didapat, jenazah akhirnya dimakamkan di TPU di kawasan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jateng oleh keluarganya sendiri.  Prabowo